MUI Kota Malang Ajak Warga Hormati Perbedaan Awal Ramadan

  • 17 Feb 2026 09:43 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. mengimbau warga menghormati jika awal Ramadan akan berbeda. Perbedaan awal Ramadan kemungkinan terjadi antara metode hisab dan rukyatul hilal.

Isroqunnajah menyebut perbedaan awal Ramadan sudah biasa terjadi di Indonesia. Masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan toleransi atas perbedaan yang sering terjadi ini.

“Informasinya kemungkinan awal puasa Ramadan kita bisa berbeda,” ujarnya, Senin (16/2/2026). Perbedaan itu terjadi antara yang menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab.

Ia menjelaskan bahwa metode rukyat tetap menggunakan perhitungan hisab. Namun hisab bukan satu-satunya dasar penentuan awal ramadan dan syawal bagi yang mengikuti metode rukyat.

Jika nanti hilal tidak terlihat saat pemantauan karena cuaca mendung, maka awal puasa Ramadan bisa dimulai pada Kamis (19/2/2026). Sementara Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan pada Rabu (18/2/2026).

“Kita harus saling menghargai perbedaan dan ini sudah biasa terjadi di Indonesia,” ungkapnya. Setiap ormas sudah memiliki dasar dan verifikasi masing-masing.

Menurutnya, sikap saling menghormati harus dikedepankan oleh masyarakat. Perbedaan ini tidak boleh memecah belah persaudaraan umat islam di Indonesia.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....