Karya Anak Bangsa Menggelinding di Piala Dunia

  • 19 Jun 2026 15:17 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Meski belum pernah tampil sebagai peserta Piala Dunia sejak kemerdekaan, Indonesia memiliki kontribusi penting dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Kontribusi tersebut hadir melalui industri manufaktur bola yang dipercaya memproduksi bola resmi untuk sejumlah edisi Piala Dunia.

Indonesia tercatat telah tiga kali berpartisipasi secara tidak langsung dalam ajang Piala Dunia melalui produksi bola resmi pertandingan. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas industri dan tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi standar internasional yang ditetapkan FIFA dan Adidas.

Dilansir dari IndonesiaBaik.id, Jumat (19/6/2026), keterlibatan Indonesia dalam produksi bola Piala Dunia dimulai melalui Adidas Tricolore yang digunakan pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Bola tersebut diproduksi di pabrik berlisensi Adidas yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat, dan Maroko.

Tricolore menjadi bola Piala Dunia pertama yang menggunakan desain tiga warna yang merepresentasikan bendera Prancis. Bola ini juga dikenal memiliki kualitas tinggi berkat penggunaan busa sintetis yang membuatnya lebih nyaman saat dimainkan.

Kepercayaan dunia terhadap industri nasional kembali berlanjut pada Piala Dunia 2014 di Brasil melalui bola resmi Adidas Brazuca. Bola yang diproduksi di fasilitas manufaktur Adidas di Madiun, Jawa Timur, tersebut digunakan sejak laga pembuka hingga partai final.

Brazuca mendapat banyak pujian dari pemain karena memiliki tingkat kestabilan yang baik saat melaju di udara. Nama Brazuca sendiri dipilih melalui pemungutan suara publik dan menjadi salah satu bola Piala Dunia paling populer sepanjang sejarah.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Indonesia kembali dipercaya memproduksi bola resmi bernama Adidas Al Rihla. Bola yang diproduksi di Madiun tersebut dirancang memiliki kecepatan dan konsistensi tinggi untuk mendukung permainan modern yang semakin cepat.

Al Rihla kemudian mendapat perhatian dunia setelah sejumlah penelitian menyebut bola tersebut memiliki performa aerodinamika yang sangat baik. Desain panel inovatif dan teknologi produksinya membuat bola mampu melaju stabil dengan tingkat akurasi tinggi.

Memasuki Piala Dunia 2026, peran Indonesia kembali menjadi sorotan melalui produksi bola final Adidas Trionda yang dilaporkan dibuat di Madiun, Jawa Timur. Dari Tricolore pada 1998, Brazuca pada 2014, Al Rihla pada 2022, hingga Trionda pada 2026, karya anak bangsa terus menggelinding dan mewarnai panggung sepak bola dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....