KONI Kota Batu Evaluasi Durasi Puslat Hadapi Porprov X Jatim 2027
- 20 Agt 2026 11:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - KONI Kota Batu mengevaluasi durasi pemusatan latihan sebagai salah satu faktor yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan prestasi pada Porprov X Jawa Timur 2027. Wakil Ketua Umum I KONI Kota Batu, Sumadi, menyebut pemusatan latihan kali ini hanya berlangsung tiga bulan karena keterbatasan anggaran dan waktu.
“Kalau sekarang menjelang Porprov 10 kita terbatas tahun ini saja hanya 3 bulan karena keterbatasan anggaran dan waktu yang memang kita nggak terlalu banyak,” ungkapnya, Kamis (20/8/2026). Kondisi tersebut berbeda dengan persiapan Porprov IX 2025, ketika atlet menjalani pemusatan latihan hampir selama dua tahun.
Menurut Sumadi, durasi pemusatan latihan menjadi salah satu evaluasi penting dari persiapan menghadapi Porprov sebelumnya. Pada Porprov X 2027, efektivitas program latihan menjadi perhatian agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain durasi latihan, peningkatan motivasi dan kedisiplinan atlet juga menjadi bagian dari evaluasi KONI Kota Batu. Atlet yang sebelumnya meraih medali dan masih memenuhi batas usia untuk bertanding di Porprov 2027 akan diarahkan untuk menjalani latihan secara lebih giat, terprogram, dan fokus.
Sumadi mengatakan program latihan yang disusun pelatih juga perlu disesuaikan dengan tahapan menuju pertandingan. “Untuk para pelatih dalam menyusun program latihan juga kami berharap mereka porsinya disesuaikan manakala sudah menjelang Porprov,” katanya.
Dukungan terhadap kebutuhan atlet juga menjadi perhatian, khususnya dari sisi pemenuhan gizi. Sumadi mengakui KONI Kota Batu belum dapat memberikan dukungan gizi secara optimal karena kebutuhan anggaran untuk pemenuhan gizi atlet cukup besar.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi atlet saat ini juga melibatkan dukungan dari keluarga masing-masing. “Kami berharap orang tua masing-masing atlet juga memperhatikan gizi mereka,” tandas Sumadi.
Evaluasi KONI Kota Batu menuju Porprov X Jatim 2027 mencakup durasi dan efektivitas pemusatan latihan, peningkatan motivasi atlet, penyesuaian program pelatih, serta pemenuhan kebutuhan gizi. Dengan keterbatasan durasi latihan dan anggaran, faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari pembenahan persiapan agar program pembinaan atlet lebih terarah dibandingkan persiapan Porprov IX 2025.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....