Matronji: Pentingnya Integritas Wasit Karate Level Nasional
- 25 Jul 2026 00:01 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang – Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Malang, Matronji, terus menunjukkan kiprahnya di dunia perwasitan karate nasional. Berbekal lisensi Wasit A Nasional Kumite dan Juri A Kata, ia rutin mendapat kepercayaan memimpin berbagai kejuaraan karate di sejumlah daerah di Indonesia.
Matronji mengungkapkan, penugasan sebagai wasit dan juri hampir selalu diterimanya setiap minggu maupun setiap bulan. Berbagai daerah telah menjadi tempat pengabdiannya, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, hingga terbaru dipercaya bertugas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat di Sumbawa.
“Alhamdulillah, hampir setiap minggu atau setiap bulan saya mendapatkan penugasan sebagai wasit maupun juri di berbagai kejuaraan karate. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena selain menjalankan tugas, saya juga bisa menambah wawasan dan berbagi pengalaman dengan rekan-rekan dari berbagai daerah,” ujar Matronji, Kamis ( 23/7/2026 ).
Menurutnya, pengalaman sebagai atlet karate sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas hingga menjadi prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai wasit.
“Pengalaman sebagai atlet sangat membantu saya dalam memahami dinamika pertandingan. Saat menjadi wasit, kita tidak hanya memahami aturan, tetapi juga harus memahami kondisi atlet saat bertanding,” katanya.
Matronji menegaskan bahwa tantangan terbesar seorang wasit adalah menjaga integritas, kejujuran, dan profesionalisme dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kredibilitas seorang wasit sangat menentukan kepercayaan publik terhadap hasil pertandingan dan prestasi atlet.
“Seorang wasit harus jujur, netral, dan profesional. Integritas adalah hal yang tidak bisa ditawar karena dari situlah kepercayaan atlet, pelatih, dan masyarakat terhadap hasil pertandingan dibangun,” tegasnya.
Selain menjaga integritas, Matronji menilai peningkatan kompetensi juga menjadi kewajiban bagi setiap wasit dan juri karate. Pasalnya, regulasi pertandingan yang ditetapkan World Karate Federation (WKF) terus mengalami pembaruan dan penyempurnaan hampir setiap tahun.
“Peraturan pertandingan terus berkembang mengikuti dinamika olahraga karate dunia. Karena itu, wasit dan juri harus terus belajar, baik melalui penataran, diskusi maupun praktik di lapangan agar keputusan yang diambil tetap sesuai regulasi terbaru,” jelasnya.
Ke depan, Matronji berharap dapat memperoleh kesempatan mengikuti penataran wasit dan juri tingkat Asia guna meningkatkan kualitas serta kompetensinya dalam dunia perwasitan karate internasional.
“Saya berharap bisa mengikuti penataran wasit dan juri tingkat Asia. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, saya ingin terus berkontribusi untuk kemajuan karate Indonesia, khususnya dalam bidang perwasitan,” pungkasnya.(Eva).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....