Pencak Silat, Identitas Budaya dan Olahraga Prestasi

  • 05 Jul 2026 10:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Di tengah pesatnya perkembangan olahraga modern, pencak silat dinilai harus tetap menjadi identitas budaya yang diwariskan kepada generasi muda. Semangat itu mengemuka dalam pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang Masa Bakti 2026–2030 di NK Cafe, Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (4/7/2026).

Ketua Umum IPSI Kabupaten Malang, Zia Ulhaq menilai pelestarian pencak silat tidak cukup dilakukan melalui kejuaraan. Menurutnya, olahraga warisan budaya tersebut harus hadir di lingkungan sekolah agar semakin dekat dengan anak-anak melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami ingin pencak silat hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari sana akan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Malang,” ujar Zia.

Komitmen tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga Ketua KONI Kabupaten Malang, H. Darmadi, S.Sos. Menurutnya, pembinaan pencak silat bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menjaga salah satu warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Porprov 2027 nanti menjadi langkah awal membangun prestasi olahraga sekaligus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Melalui kolaborasi IPSI, KONI, pemerintah daerah, dan sekolah, pencak silat diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai disiplin, hormat kepada sesama, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Dengan begitu, pencak silat tetap lestari sekaligus mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Malang di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....