Songgoriti Ridge Run Seri Pembuka 2026, Selanjutnya Menjangan Bali Barat
- 02 Jun 2026 00:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Alam Songgoriti dan sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya Songgoriti Ridge Run 2026. Lari lintas alam melintasi berbagai lembah pegunungan di Kota Batu hingga Pujon, Kabupaten Malang.
Sesuai namanya, lari lintas bukit dari Jambuluwuk Convention Hall & Resort Batu Jalan Trunojoyo 99 Songgokerto. Dari ketinggian 1.008 meter di atas permukaan laut (mdpl). Titik tertinggi 1.587 mdpl di puncak Bukit Simpenan, Tulungrejo, Bumiaji.
Venue start-finis di lapangan depan seberang GOR Jambuluwuk berudara sejuk pegunungan dengan pemandangan dikepung lembah menawan. Songgoriti Ridge Run 2026 berlangsung Minggu, 31 Mei 2026.
Melombakan tiga kategori fun trail, intermediate, dan challenge. Masing-masing 7 kilometer (km) dengan elevation gain (EG) 432 meter dan 4 jam cut off time (COT). Jarak 12 km EG 511 meter dengan 6 jam COT.
Satu lagi, kategori terjauh 30 km EG 1.644 meter 9 jam COT dengan flag off tepat mulai jam 05.00 WIB. Tiga kategori tersebut dirancang menyusuri jalur alam dengan karakteristik yang komplet. Mulai turunan, tanjakan, jalan tanah, cor, aspal, makadam, hingga punggungan bukit.
Yang jadi daya tarik dan pembeda dengan destinasi wisata lain, Songgoriti menawarkan beberapa spot wisata sejarah candi zaman kerajaan dan gua era penjajahan hingga perang kemerdekaan.
Lebih langka lagi, sumber air panas alami relatif dekat pusat Kota Batu. Kendati terhitung perdana, event yang diorganisir Galanesia Indonesia tercatat masuk dalam Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) Index dan International Trail Running Association (ITRA).
UTMB menjadi perlombaan lari lintas alam ultramaraton paling bergengsi di Pegunungan Alpen, melintasi negara Prancis, Italia, dan Swiss. UTMB merupakan puncak pencapaian para pelari lintas alam.
Itu sebagaimana World Major Marathon untuk lari 42 km jalan raya di 6 kota di Boston, Chicago, New York (Amerika Serikat), Berlin (Jerman), Tokyo (Jepang), dan Sydney (Australia). Selain dapat view gunung yang cakep, finisher kategori 30 km mendapat poin ITRA.
Organisasi global yang menstandarisasi tingkat kesulitan rute lari trail di seluruh dunia itu menyatakan tanjakan Songgoriti Ridge Run 2026 masuk dalam portofolio untuk kualifikasi tiket balapan lari lintas alam dunia.
Dalam perkembangan lain, Songgoriti Ridge Run jadi seri pembuka beberapa event Galanesia Indonesia selanjutnya. Antara lain, Menjangan North Coast Ultra (28/6) dari Pelataran Menjangan, Singaraja dan Bromo Marathon (6/9) dari Pelataran Bromo, Kab Pasuruan.
Kemudian, Kawahwurung Ridge Run (11/10) Banyuwangi; Telkom University Surabaya Tel-U Run (8/11), dan Gunung Kawi Ridge Run (20/12), Ngajum, Kab Malang. Dari enam seri, hanya Tel-U Run yang road run. Selebihnya trail run.
Sementara itu, sesi santai sore saat race pack seri Songgoriti di Hall Sumatera Jambuluwuk Batu, panitia menghadirkan tiga nara sumber saling sharing. Atlet pro "Rektor Manglayang Academy" Arief Wismoyono yang finis ke-4 di Songgoriti berbagi pengalaman kompetisi.
Yang istimewa, atlet sepak bola pro mantan gelandang Timnas Hendro Siswanto, eks Arema FC kini berseragam Persela Lamongan yang finis ke-6 berbagi pengalaman seputar ketahanan fisik. Tujuannya agar peserta finish strong di Jambuluwuk setelah menempuh rute tidak biasa.
Dan route planner Songgoriti Ridge Run Freda Adi Wardana yang juga Ketua Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kabupaten Malang, kelahiran Kasembon, bakal ilmu dan racikan pengalaman podium di beberapa event lari ultra ekstrim.
Di race central, Dedik Kurniawan dari Galanesia mengapresiasi banyaknya peserta trail run pemula berstatus virgin 30K. ''Mengetahui banyak peserta beginner, kami menambah jumlah water station (pos minum) dari semula 2 titk menjadi 4 untuk kategori 30K," ungkap Dedik, kepada rri.co.id, Senin (1/6/2026).
Selain diikuti hampir ribuan pelari, sejumlah peserta selain berlari lintas alam juga membawa pesan mengajak masyarakat semua peduli dan berbagi untuk anak-anak disabilitas yang membutuhkan.
Di samping berjuang melewati track pegunungan menantang, puluhan pelari fundraiser membawa misi khusus. Yakni, mengetuk hati lebih banyak pihak membantu kalangan dengan keterbatasan tersebut.
''Yuk komen untuk kasih pesan semangat dan kamu bisa dukung perjalanan mereka dengan ikut berdonasi,'' postingan resmi yang diunggah Instagram @beyond_themiles dan @songgoritiridgerun, Jumat (29/5).
''Dukunganmu, energi bar untuk mereka. Dengan berdonasi ke halaman galang dana masing-masing pelari, kamu telah membantu membawa kehidupan lebih baik anak-anak penyandang disabilitas,'' demikian pernyataan di slide ke-3.
Yang dinanti-nanti, sebanyak 18 podium tiga kategori putra maupun putri menunjukkan performa terbaiknya. Berikut ini daftar tiga besar pemenang masing-masing jarak 7 km, 12 km, dan 30 km. (Nana)
Kategori 7K Putra :
Urutan Nama (Klub/Komunitas) Catatan Waktu
- Raka Prayoga 0:48:51
- Afri Anjar Adi Pramana 0:48:57 06:43
- M. Angga Ismad Ashari (Makan Running Team) 0:51:59
Kategori 7K Putri :
- Yoggi Safariya Dewi 1:25:11
- Nethavani Octaria 1:31:41
- Intan Nur Aini 1:37:44
Kategori 12K Putra :
- Mohamad Ikhwan (Bwxplorer) 1:04:03
- Zainul Fanani (Pegat Academy) 1:04:29
- Baini Mahfud (Batujubang Trail Runners) 1:07:21
Kategori 12K Putri :
- Jeany Sindrakasih (ole) 1:38:57
- Ratna Birdata (Mlg) 1:54:43
- Zaneita Halena 1:55:29
Kategori 30K Putra :
- Wildan Yusuf Furqoni (Team DESLE) 3:00:38
- Dedy Yusuf 3:00:38
- Akhwan Khoir (Pegat Academy) 3:09:28
Kategori 30K Putri :
- Nur Ispriyantiningsih 4:33:25
- Putri Rahayu Permatasari (Berandal Lokajaya) 4:36:17
- Pamelia (PETE) 5:06:02
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....