Perbasi Kota Malang Gelar Penataran Lisensi Pelatih Basket

  • 26 Mei 2026 14:03 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia ( Perbasi) Kota Malang kembali menggelar penataran pelatih basket lisensi B dan C sebagai program rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas pelatih basket di daerah maupun nasional.

Ketua Umum Perbasi Kota Malang Hesy Tamim menyampaikan Pelatihan tersebut telah selesai dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk penataran lisensi B dilaksanakan selama empat hari pada 14–17 Mei 2026, sedangkan lisensi C berlangsung pada 21–24 Mei 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus Ma Chung dan sejumlah lapangan basket di Kota Malang.

Hesy mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Perbasi Kota Malang untuk memberikan wadah bagi para pelatih memperoleh lisensi resmi sekaligus memperdalam ilmu kepelatihan basket.

“Di basket itu memang ada lisensi C yang paling bawah, B yang tengah, dan yang paling atas A. A itu sudah nasional. Jadi memang ini sudah rutin, tujuannya agar menjadi wadah untuk teman-teman pelatih mendapatkan lisensi dan ilmu kepelatihan,” ujarnya kepada rri.co.id, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, untuk penataran lisensi B, materi disampaikan oleh pelatih senior Haris Kurniawan yang juga merupakan pelatih PON Jawa Timur dan pelatih Universitas Airlangga. Kegiatan ini diikuti sebanyak 65 peserta.
Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Palu, Lombok, Bali, Pati, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Pesertanya itu ada 65 peserta. Yang luar Jawa Timur ada Palu, Lombok, Bali, Pati, Jawa Tengah, kemudian Jawa Barat. Yang lainnya dari Kota Malang dan Jawa Timur,” kata Hesy.

Sementara itu, penataran lisensi C menghadirkan Coach Firman sebagai pemateri utama. Ia dikenal aktif dalam pembinaan basket melalui DBL Academy Surabaya dan Jakarta. Penataran lisensi C diikuti sebanyak 55 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan memanfaatkan ruang dan fasilitas olahraga di Kampus Ma Chung serta Lapangan Basket Karis. Panitia pelaksana melibatkan Perbasi Kota Malang bersama sejumlah mahasiswa dari komunitas basket Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

Tidak hanya membahas teknik kepelatihan basket, materi penataran juga mencakup psikologi olahraga dan pemahaman aturan pertandingan yang terus diperbarui setiap tahun.

“Di dalam materi yang diberikan itu juga ada kelas wasit, ada kelas psikolog. Jadi tidak hanya materi tentang kepelatihan basket, tapi ada juga sisi psikologinya dan sisi perwasitan, karena peraturan wasit itu berubah terus setiap tahun,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Perbasi Kota Malang berharap para pelatih yang telah mengantongi lisensi dapat semakin profesional dalam membina atlet basket di daerah masing-masing.

“Harapannya ketika mereka sudah pegang lisensi, mereka bisa lebih profesional,” pungkas Hesy. (Rafael).

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....