FOMO Jalan Kaki, Olahraga Sederhana yang Kian Diminati

  • 18 Apr 2026 08:14 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fenomena jalan kaki kini menjadi tren gaya hidup yang semakin populer di masyarakat. Aktivitas ini bahkan kerap dikaitkan dengan FOMO atau fear of missing out karena banyak orang berlomba membagikan pencapaiannya.

Namun, bagi Atlet Nasional Bridge Indonesia, Bert Toar Polii, kebiasaan berjalan kaki bukanlah tren baru. Ia mengaku telah melakukannya secara konsisten jauh sebelum aktivitas ini ramai diperbincangkan.

“Orang ramai-ramai jalan kaki sekarang, saya sudah melakukannya diam-diam sejak lama,” ujarnya, Jumat (17/4/2026). Menurutnya, tren boleh datang dan pergi, tetapi kebiasaan sehat seharusnya tetap dijaga.

Ia menegaskan bahwa jalan kaki merupakan olahraga yang sah dan efektif. Kesederhanaannya justru membuat aktivitas ini lebih mudah dilakukan secara konsisten oleh siapa saja.

Bert menilai banyak orang gagal berolahraga karena memilih aktivitas yang terlalu berat di awal. Sebaliknya, jalan kaki menawarkan pendekatan yang ringan namun berkelanjutan.

Perubahan infrastruktur kota juga dinilai turut mendorong minat berjalan kaki. Ia mengapresiasi perbaikan trotoar di Jakarta yang kini lebih ramah bagi pejalan kaki.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi perubahan cara kota memperlakukan manusia,” katanya. Ia menyebut perbaikan tersebut sebagai “hadiah terlambat” bagi para pejalan kaki.

Pengalaman di luar negeri juga memberikan kesan mendalam baginya. Di sana, pejalan kaki mendapat prioritas penuh, bahkan kendaraan akan berhenti sebelum penyeberang melangkah.

Kondisi tersebut dinilai masih kontras dengan situasi di Indonesia. Menyeberang jalan di dalam negeri kerap terasa menantang dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Di usia yang mendekati 73 tahun, Bert masih rutin berjalan cepat sejauh 3 hingga 5 kilometer. Ia meyakini konsistensi adalah kunci utama menjaga kebugaran tubuh.

“Bukan karena saya hebat, tapi karena saya tidak pernah berhenti,” ujarnya. Ia mengibaratkan kebiasaan berjalan kaki seperti bunga yang harus dirawat agar tetap tumbuh.

Meski demikian, ia menyoroti kondisi trotoar di Malang yang dinilai belum ramah pejalan kaki. Jalan yang tidak rata dan terputus membuat aktivitas berjalan kaki menjadi kurang nyaman dan aman.

Ia berharap ke depan Malang dapat berbenah dan memaksimalkan potensinya sebagai kota yang nyaman untuk pejalan kaki. Menurutnya, fasilitas yang baik adalah bentuk penghormatan kota terhadap warganya.

Bert pun mengajak masyarakat untuk tidak menunggu tren dalam menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti popularitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....