Regenerasi Atlet Bridge di Malang Masih Jadi Tantangan
- 12 Apr 2026 12:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perkembangan olahraga bridge di Kota Malang dinilai masih belum optimal dan menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah minimnya minat masyarakat sehingga regenerasi atlet berjalan cukup lambat.
Ketua Harian GABSI Kota Malang, Nurul Zuriya, menyebut olahraga bridge masih tergolong awam di kalangan masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung pada sulitnya mencari bibit atlet baru.
“Perkembangannya sebenarnya tidak bagus-bagus banget, karena olahraga ini masih awam bagi kebanyakan orang,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Meski demikian, upaya pembinaan tetap dilakukan melalui jalur pendidikan. Beberapa sekolah di Kota Malang mulai memperkenalkan bridge melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Nurul menjelaskan, pembinaan atlet usia dini dilakukan di SD Model yang berada di kawasan Tlogowaru. Sementara untuk tingkat SMP, mayoritas atlet berasal dari SMP Negeri 8 Malang.
“Di SD Model Tlogowaru dan untuk SMP mayoritas di SMP 8, itu yang membantu regenerasi atlet,” jelasnya.
Di tingkat perguruan tinggi, pengembangan olahraga bridge juga mulai menunjukkan progres. Sejumlah kampus seperti Polinema, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya telah memiliki unit kegiatan mahasiswa (UKM) bridge.
Namun, untuk tingkat SMA, pembinaan sempat terhenti karena minimnya peserta. Hal ini disebabkan banyak siswa lebih tertarik pada aktivitas lain seperti esport.
Ke depan, GABSI Kota Malang berharap olahraga bridge dapat semakin dikenal masyarakat luas. Berbagai event yang digelar di ruang publik seperti MCC diharapkan mampu meningkatkan eksposur olahraga ini.
“Harapannya supaya bridge lebih dikenal masyarakat, sehingga semakin banyak yang tertarik untuk ikut dan berkembang,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....