Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Kota Malang Orado Cup 2026 digelar serentak sebagai bagian dari rangkaian seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional (Foto:RRI/ Rizky)
RRI.CO.ID, Malang - Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Kota Malang Orado Cup 2026 digelar serentak sebagai bagian dari rangkaian seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional. Dari ajang ini, panitia menyiapkan perwakilan untuk melaju ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Ketua Pelaksana Kejurcab Orado Kota Malang, Muhammad Rofif Amrullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam sistem seleksi berjenjang. “Yang ada di Malang kita bakal mengirim perwakilan minggu depan ke Kejurprov,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa setelah Kejurprov, peserta yang lolos akan kembali disaring untuk mengikuti Kejurnas. Menurutnya, skema ini diterapkan secara nasional meski jumlah total peserta di seluruh Indonesia belum dapat dipastikan.
“Jadi kurang lebih, kalau totalnya saya gak tau ya berapa seluruh Indonesia, cuma hari ini serentak semuanya Kejurcab seperti itu,” kata Rofif. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Kejurcab dilakukan secara bersamaan di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, Kejurcab tidak hanya menampilkan pertandingan resmi, tetapi juga proses seleksi. “Dan termasuk ada seleksi, ada yang dilombakan seperti hari ini dilombakan resmi dan di-live-kan,” jelasnya.
Selain itu, terdapat juga mekanisme seleksi tertutup untuk menentukan peserta terbaik. Seleksi ini bertujuan menyaring atlet yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi.
“Seleksinya untuk mewakilkan ke provinsi,” terang Rofif. Ia menegaskan bahwa setiap cabang kota akan mengirimkan perwakilan terbaiknya ke Kejurprov sebelum melangkah ke Kejurnas.
Terkait jadwal, Kejurprov direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. “Insyaallah kalau Kejurprov minggu depan, nah kalau Kejurnas masih diagendakan harusnya tahun ini,” ungkapnya.
Dari Kejurcab Malang, panitia akan mengambil dua perwakilan untuk dikirim ke tingkat provinsi. Namun, kategori usia U18 belum dapat terpenuhi karena keterbatasan peserta.
“Dua mas, perwakilan dua dan harusnya ada U18 cuma kita belum ada perwakilan U18,” tandas Rofif. Ia menambahkan bahwa saat ini Malang hanya mengirimkan satu kelas, meskipun di tingkat Kejurprov dan Kejurnas tersedia kategori U18.