Hapkido, Tidak Hanya Tanding Tapi Self Defense

  • 19 Agt 2025 14:40 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Cabang olahraga bela diri asal Korea, Hapkido semakin menunjukkan eksistensinya. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025, tim Hapkido Kota Malang berhasil meraih juara umum dengan perolehan medali di atas target, yaitu 8 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Keberhasilan ini tak lepas dari berbagai persiapan matang yang dilakukan atlet bersama pelatih.

“Kami melakukan latihan di Training Center (TC) sejak Oktober lalu, jadi kurang lebih sekitar 1 tahun setengah. Nggak heran kalau atlet-atlet ini cukup matang dan siap sebelum bertanding. Kami sendiri menargetkan 8 medali sebelum pertandingan, dari KONI Jatim sama Disporapar menargetkan 3 medali. Tapi yang kita dapat melebihi target, jadi pemerintah mengapresiasi sekali perjuangan atlet kami,” ujar Fandi Alfian C, S.Pd, AIFMO, Head Coach Hapkido Kota Malang, Selasa (19/8/2025).

Sabeum Wahyu Jimmy, pelatih Nasional Indonesia sekaligus Wasit Internasional menjelaskan bahwa Hapkido sendiri adalah bela diri hybrid yang menggabungkan teknik seni, senjata, dan self defense (pertahanan diri). Olahraga ini diakui oleh KONI Pusat sejak 2014.

“Kalau dilihat secara harfiah, Hap itu harmoni atau selaras, Ki adalah hidup, Do ini jalan. Jadi melaraskan hidup yang harmoni. Harapannya dengan belajar Hapkido seseorang bisa merespon berbagai hal dengan cukup baik. Tidak haurs keras lawan keras, karena Hapkido sendiri sebenarnya menggunakan energi lawan,” lanjutnya.

Latihan Hapkido sendiri bisa dimulai sejak usia 3 tahun dengan tiga program yang bisa dipilih, yaitu prestasi, kurikulum dan self-defense. Dimana dengan mengikuti latihan ini, anak bisa terbantu perkembangan motoriknya serta mengurangi ketergantungan gadget.

“Kami ingin anak-anak ini hidup sehat dan punya karakter kuat serta tidak mudah jadi korban bully. Bisa dikatakan Hapkido bukan hanya soal tanding tapi juga membentuk mental dan disiplin. Di Tiger King Camp sendiri, sudah cukup banyak anak usia dini yang berlatih,” tambah Fandi pelatih sekaligus Sport Therapist.

Ke depan, Hapkido Kota Malang berencana membuka ekstrakulikuler di sekolah-sekolah dan menggelar kejuaraan Piala Wali Kota sebagai bagian dari Malang Sport Tourism. Pemerintah pun menunjukkan dukungan yang cukup serius dengan dukungan beasiswa dan juga bonus untuk atlet yang berprestasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....