Harmoni Bukan Keseragaman, Pesan dari Ajaran Konghucu
- 26 Jun 2026 09:34 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Pesan itulah yang disampaikan Ir. Js. Halim Tobing, rohaniawan Konghucu, dalam Program Talkshow Moderasi Beragama bertema "Satya dan Dapat Dipercaya" yang disiarkan pada Selasa (23/6/2026).
Dalam pemaparannya, Halim Tobing menjelaskan bahwa salah satu prinsip penting dalam ajaran Konghucu adalah menciptakan harmoni tanpa menuntut keseragaman. Menurutnya, setiap manusia memiliki latar belakang, keyakinan, dan cara pandang yang berbeda, sehingga perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan bersama.
"Harmoni itu bukan keseragaman. Kita semua berbeda, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Yang penting adalah bagaimana kita tetap hidup rukun dan saling menghormati," jelasnya.
Ia mengutip ajaran Konghucu yang menekankan bahwa seorang yang berbudi luhur mengutamakan keharmonisan, bukan memaksakan kesamaan kepada orang lain. Oleh karena itu, moderasi beragama mengajarkan setiap individu untuk tetap teguh pada keyakinannya tanpa merendahkan keyakinan pihak lain.
Menurut Halim Tobing, sikap menghormati perbedaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menghargai tradisi dan praktik keagamaan yang dijalankan oleh kelompok lain.
Dengan semangat tersebut, ia berharap masyarakat Indonesia terus menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan identitas maupun keyakinan.
"Hidup harmonis dalam keberagaman adalah jalan untuk menciptakan kedamaian bersama," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....