Pendampingan Calon Pengantin Tekan Risiko Stunting
- 24 Mei 2026 19:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana kini memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting melalui program pendampingan keluarga di masyarakat. Lembaga yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN ini membentuk Tim Pendamping Keluarga di setiap wilayah hingga tingkat kelurahan dan rukun warga.
Tim Pendamping Keluarga bertugas mengawal kelompok berisiko stunting mulai dari calon pengantin hingga bayi di bawah usia dua tahun. Empat sasaran utama meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta baduta sebagai fokus intervensi pencegahan sejak dini.
“Dalam pendampingan calon pengantin, pemerintah memanfaatkan aplikasi digital bernama Elsimil Catin (Elektronik Siap Nikah dan Hamil), sebagai sarana skrining kesehatan dan kesiapan menikah. Aplikasi ini memungkinkan calon pengantin mengisi data kesehatan secara mandiri setelah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Data yang dimasukkan mencakup kadar hemoglobin, lingkar lengan atas, serta indeks massa tubuh untuk mengetahui kondisi kesehatan secara akurat. Hasil pengisian akan menunjukkan potensi risiko yang dapat memengaruhi kemungkinan terjadinya stunting pada anak di masa depan,” Ika Wahyu Utarim S.AP - PKB Ahli Pertama Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Sabtu (23/05/2026).
Di Kota Malang, faktor risiko yang sering ditemukan antara lain kadar hemoglobin rendah serta paparan asap rokok dalam kehidupan sehari-hari. Paparan rokok tidak hanya berdampak pada perempuan tetapi juga laki-laki karena memengaruhi kualitas sperma dan kesehatan janin nantinya.
Kesadaran pencegahan stunting seharusnya dimulai sejak masa pubertas terutama bagi perempuan yang rentan mengalami anemia akibat siklus menstruasi bulanan. Anemia pada perempuan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti perdarahan serta kelahiran bayi dengan berat badan rendah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan yang berujung pada stunting jika tidak dicegah sejak awal,” imbuhnya.
Tidak hanya perempuan, laki-laki juga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting melalui pola hidup sehat sebelum pernikahan. Kebiasaan merokok, begadang, serta konsumsi kafein berlebihan dapat menurunkan kualitas sperma dan memengaruhi kesehatan calon anak.
“Upaya perbaikan gaya hidup idealnya dilakukan setidaknya tiga bulan sebelum perencanaan kehamilan untuk meningkatkan kesiapan reproduksi kedua pasangan. Meski tidak menjamin sepenuhnya, langkah ini dapat meningkatkan peluang melahirkan generasi yang sehat dan terhindar dari risiko stunting,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....