Inovasi MOBI Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

  • 22 Apr 2026 16:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Upaya pengelolaan sampah kreatif terus dikembangkan di Kota Malang melalui inovasi MOBI yang diinisiasi Yayasan Lestari Indonesia. Program ini hadir sebagai solusi alternatif untuk mengurangi timbunan sampah non-organik sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sesuatu yang dibuang menjadi sumber nilai ekonomi dan manfaat sosial yang berkelanjutan.

MOBI merupakan tempat sampah interaktif yang dirancang untuk memberikan insentif langsung kepada masyarakat. Dengan konsep ini, warga yang membuang sampah terpilah dapat memperoleh berbagai reward, seperti kopi gratis atau voucher layanan. Program ini telah hadir di sejumlah lokasi strategis seperti kampus dan kedai kopi, sehingga mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda. “Kami ingin membuat orang tertarik dulu untuk memilah sampah, salah satunya dengan memberikan benefit langsung,” kata Co-Founder Yayasan Lestari Indonesia, Hendi Suryo Leksono, Sabtu (18/4/2026).

Selain MOBI, hadir pula inovasi MOBI Girl yang menyasar sampah produk kecantikan dan skincare. Tempat sampah berdesain menarik dan estetik ini terbukti mampu menarik perhatian masyarakat, tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki. Sampah yang terkumpul kemudian diolah menjadi produk baru seperti kursi, hingga aksesoris kreatif bernilai guna.

“Ternyata sampah skincare ini potensinya besar dan bisa diolah menjadi produk baru yang bermanfaat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Iliterless tidak bekerja sendiri. Yayasan ini menggandeng berbagai stakeholder sesuai jenis sampah yang dikelola, seperti pengelola minyak jelantah, kardus, hingga plastik multilayer. Kolaborasi ini dinilai penting karena kompleksitas pengelolaan sampah tidak bisa ditangani satu pihak saja.

“Kami sadar yayasan tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah ini,” pungkasnya.

Respon masyarakat terhadap program ini dinilai sangat positif. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, sekolah, hingga institusi lainnya. Yayasan Lestari Indonesia pun terus membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Ke depan, inovasi seperti MOBI diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak titik di Kota Malang maupun daerah lainnya. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diyakini mampu menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....