Kampung Hindu di Malang, Jaga Harmoni Nyepi dan Lebaran

  • 22 Mar 2026 20:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Ketua RW 03 Dusun Sawun, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Ida Bagus, kepada RRI, Sabtu (21/3/2026) memastikan warga dari berbagai agama tetap merasa aman dan nyaman meski wilayah tersebut didominasi umat Hindu. Menurutnya, kerukunan telah terbangun sejak lama karena masyarakat memiliki latar belakang leluhur yang sama.

“Walaupun beda keyakinan, kita ini sebenarnya satu asal leluhur, satu punjer. Jadi tetap rukun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di wilayahnya terdapat empat RT dengan dua di antaranya mayoritas Hindu. Keharmonisan tetap terjaga karena masyarakat sudah terbiasa hidup berdampingan sejak generasi sebelumnya.

Tahun ini, Hari Raya Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri. Untuk menjaga ketenangan kedua perayaan, pemerintah desa memfasilitasi musyawarah antara tokoh Hindu dan Muslim.

“Desa menjadi jembatan. Kita berkumpul dan bermusyawarah supaya tidak terjadi gesekan antaragama,” katanya.

Salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah tidak menggunakan pengeras suara saat kirab ogoh-ogoh menjelang Nyepi. Pawai tetap berlangsung dengan iringan kentongan dan gamelan.

Sebaliknya, malam takbiran juga dilaksanakan tanpa pengeras suara agar tidak mengganggu umat Hindu yang menjalani Catur Brata Penyepian.

“Takbir keliling tetap ada, tetapi tidak memakai pengeras suara. Bahkan rombongan dari desa lain yang lewat juga diantisipasi agar volumenya dikecilkan,” ujarnya.

Menurut Ida Bagus, kesepakatan tersebut membuat perayaan kedua hari besar dapat berlangsung dengan khusyuk dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....