Mahasiswa UM Raih Juara 1 MSQ Tingkat ASEAN

  • 16 Mar 2026 13:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Muhammad Fakhri Romadhoni, mahasiswa semester empat jurusan Psikologi, berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat ASEAN bersama dua rekannya dalam kompetisi yang digelar di Pamekasan, Madura. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dalam syiar dan pemahaman Al-Qur’an. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengharumkan nama daerah melalui kompetisi keagamaan di tingkat internasional.

Dalam wawancara di program Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Senin (16/03/2026), Fakhri menjelaskan bahwa Musabaqah Syarhil Qur’an merupakan lomba yang menggabungkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memahami maknanya, serta menyampaikan pesan kandungan ayat secara komunikatif kepada audiens. Menurutnya, lomba ini tidak hanya menilai keindahan bacaan, tetapi juga kedalaman pemahaman terhadap ayat yang disampaikan. “MSQ itu semacam pidato, tapi dilakukan oleh tiga orang dalam satu tim. Yang pertama ada qori sebagai pembaca Al-Qur’an, lalu sari tilawah yang menerjemahkan ayat, dan yang terakhir pensyarah yang menjelaskan isi kandungan ayat tersebut,” ujar Fakhri.

Dalam kompetisi tersebut, Fakhri mendapat peran sebagai qori atau pembaca ayat Al-Qur’an yang membawakan tilawah dengan irama qiraah. Ia tampil bersama dua rekannya dalam satu tim, yakni Aditya yang bertugas sebagai pensyarah untuk menjelaskan kandungan ayat, serta Dino yang berperan sebagai penerjemah atau sari tilawah. Kolaborasi ketiganya menjadi kunci keberhasilan tim dalam menyampaikan pesan Al-Qur’an secara utuh, mulai dari bacaan, terjemahan, hingga penjelasan makna yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Tema yang mereka angkat dalam lomba tersebut berkaitan dengan fenomena kehidupan modern, khususnya bagaimana masyarakat menyikapi informasi di media sosial. Fakhri menjelaskan bahwa timnya mengangkat pesan agar masyarakat tidak mudah berprasangka buruk serta lebih bijak dalam menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. “Tema yang kami bahas tentang bagaimana kita menyikapi media sosial supaya tidak mudah suudzon dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” jelasnya. Menurut Fakhri, nilai-nilai tersebut berangkat dari pesan Al-Qur’an yang mengajarkan kehati-hatian dalam menerima kabar serta pentingnya menjaga hubungan antarmanusia agar tetap harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....