Kemenperin Dorong Produktivitas Susu Lokal Lewat Kolaborasi Nestle

  • 05 Mei 2025 21:46 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Merrijantij Punguan Pintaria, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan AOA Fresh Milk Sourcing Workshop yang digelar selama lima hari di Malang.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas industri persusuan nasional.

“Kami dari Kementerian Perindustrian menyambut baik dan sangat mengapresiasi acara ini. Ini adalah kesempatan besar untuk berbagi pengalaman antar negara dan mendorong peternak lokal kita agar dapat meningkatkan produktivitasnya,” ujar Merrijantij usai pembukaan acara, Senin (5/5/2025).

Ia menyoroti masih rendahnya produktivitas susu sapi perah di Indonesia yang berimbas pada tingginya ketergantungan impor. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan bahan baku susu nasional masih berasal dari luar negeri. Dengan kolaborasi seperti yang dilakukan Nestle bersama peternak, ia berharap angka ini dapat ditekan.

Selain produksi, konsumsi susu per kapita di Indonesia juga masih tertinggal. Merrijantij menyebut angka konsumsi nasional baru mencapai 16,1 liter per orang per tahun, jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencapai 50 liter.

“Jika kita ingin mengejar angka Vietnam saja yang sudah 20,1 liter, masih ada kekurangan sekitar 4 liter. Dengan populasi 250 juta jiwa, ini berarti ada peluang lebih dari 1 miliar liter susu yang bisa dipenuhi oleh peternak lokal,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Merrijantij, juga tengah mengupayakan program repopulasi sapi perah sebagai bagian dari visi ketahanan pangan nasional. Dalam hal ini, Nestle turut menyatakan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah, khususnya dalam meningkatkan populasi dan kualitas sapi perah di Indonesia.

Workshop ini juga menjadi ruang pembelajaran dan tukar pengalaman antara negara anggota Nestle Group, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas peternak lokal agar lebih siap bersaing secara regional bahkan global.

“Kami ingin peternak Indonesia tak hanya menjadi penyedia bahan baku, tapi juga pelaku utama dalam rantai pasok susu nasional yang sehat dan berkelanjutan,” pungkas Merrijantij.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....