Cegah Perundungan, Mensos: Pengajar di Sekolah Rakyat Harus Jalani Tes Kelayakan
- 02 Mei 2025 23:27 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Tim pengajar di Sekolah Rakyat (SR) mulai dari kepala sekolah, guru, dan pamong lain harus menjalani serangkaian tes kelayakan. Hal ini untuk mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah seperti perundungan hingga kekerasan seksual.
Hal ini diungkapkan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf saat berkunjung di Kota Malang, Jumat (2/5/2025). Menurutnya, dalam program SR ini sudah dirancang untuk memitigasi sekaligus mencegah perundungan.
“Untuk itu, yang terlibat di situ Itu benar-benar harus mereka yang telah lolos tes yang cukup ketat," tegasnya.
Pria yang kerap disapa Gus Ipul ini menyebut, program SR sebagai salah satu langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, dengan memastikan kualitas pendidikan dan tata kelola yang baik, rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan dilakukan secara cermat.
“Sudah kami rancang bahwa Kepala sekolah SR ini berstatus Aparatur Sipil Negara dan diusulkan oleh Bupati/Wali Kota atau Gubernur sesuai jenjang kewenangannya. Dan untuk kepala sekolah ini sudah cukup banyak yang memenuhi syarat, sekitar lebih dari 500 itu laporan dari dikdasmen,” ungkapnya.
Sementara itu, guru berasal dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh atau P3K paruh waktu.
"Untuk guru-gurunya ini lagi direkrut, mungkin mudah-mudahan bulan depan sudah selesai," kata dia.
Gus Ipul mengatakan bahwa program ini akan segera dimulai tahun ini, dengan salah satu lokasi yakni Kota Malang. Persiapan program SR di daerah seperti untuk penyediaan gedung telah dilakukan baik oleh pemerintah kota maupun provinsi.
“Tahun ini sudah pasti di 53 titik. Tahun 2026 a jika disetujui Presiden Prabowo, jumlah titik lokasi SR akan ditambah lagi. Targetnya, yakni pembangunan 100 hingga 200 titik sekolah baru,” ujarnya.
Ia juga menyebut, infrasgruktur untuk SR dirancang secara komprehensif sesuai standar yang ditetapkan. Setiap SR akan mampu menampung hingga seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas pendukung kedepan seperti perumahan guru, sarana olahraga, dan fasilitas pembelajaran lainnya juga akan terintegrasi di dalam kompleks sekolah.
"Konsep sekolah ini adalah sekolah berasrama yang secara khusus menyasar anak-anak terutama dari keluarga miskin ekstrem," tutur Gus Ipul.
“Kurikulum SR akan mengacu pada kurikulum nasional namun dengan penguatan pada pendidikan karakter yang rencananya diberikan pada sore hari setelah jam sekolah formal,” imbuhnya.
Terkait legalitas ijazah, Gus Ipul mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
"Ijazahnya sekolah rakyat seperti sekolah biasa,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....