Nasi Uduk Versus Bubur Ayam, Ahli Ungkap Kandungan Nutrisi Keduanya
- 05 Jul 2026 10:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Nasi uduk dan bubur ayam menjadi dua menu sarapan yang sama-sama digemari masyarakat Indonesia. Keduanya memang mampu memberikan energi untuk memulai aktivitas, namun memiliki kandungan gizi dan karakteristik yang berbeda.
Ahli Gizi RS Universitas Brawijaya (RSUB) Malang, Ariesta, menjelaskan bahwa nasi uduk memiliki kandungan kalori yang cenderung lebih tinggi dibandingkan bubur ayam. Hal itu disebabkan proses memasak nasi uduk menggunakan santan sehingga kandungan lemaknya juga meningkat.
"Nasi uduk merupakan sumber karbohidrat yang memberikan energi cukup besar. Namun karena dimasak dengan santan, kandungan lemak dan kalorinya menjadi lebih tinggi dibandingkan nasi putih biasa. Apalagi jika ditambah lauk seperti ayam goreng, telur balado, bihun goreng, orek tempe, dan kerupuk, total kalorinya tentu semakin meningkat," jelas Ariesta, Minggu (5/7/2026).
Sementara itu, bubur ayam memiliki tekstur lebih lembut dengan kandungan air yang lebih banyak sehingga secara umum kalorinya lebih rendah dibandingkan nasi uduk. Namun, nilai gizinya tetap dipengaruhi oleh jenis dan jumlah pelengkap yang digunakan.
"Bubur ayam biasanya lebih ringan karena kadar airnya tinggi. Protein diperoleh dari suwiran ayam, sementara tambahan seperti cakwe, kerupuk, kacang, atau minyak bawang juga akan memengaruhi kandungan lemak dan kalorinya. Jadi tetap perlu memperhatikan porsinya," katanya.
Menurut Ariesta, baik nasi uduk maupun bubur ayam sama-sama dapat menjadi pilihan menu sarapan yang sehat apabila dikonsumsi secara seimbang. Kuncinya adalah melengkapi menu dengan sumber protein, sayuran, serta membatasi penggunaan lauk yang digoreng maupun tambahan santan berlebihan.
"Yang paling penting bukan memilih mana yang lebih sehat secara mutlak, tetapi bagaimana menyusun komposisi makan yang seimbang. Tambahkan sayuran, pilih lauk berprotein tanpa banyak minyak, dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan energi masing-masing," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan sarapan karena berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan membantu menjaga konsentrasi selama beraktivitas.
"Sarapan tetap dianjurkan karena membantu memenuhi kebutuhan energi setelah berpuasa semalaman. Pilih menu yang mengandung karbohidrat, protein, sedikit lemak sehat, serta serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan kebutuhan gizi tetap terpenuhi," pungkas Ariesta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....