Kopi Kijang, Ngopi Nuansa Retro Jalanan di Malang
- 16 Jan 2026 13:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan konsep kekinian, sebuah usaha kopi jalanan bernuansa retro hadir dan menarik perhatian masyarakat Kota Malang.
Kopi Kijang, sebuah street coffee sederhana, tampil apa adanya dengan mengusung nilai kejujuran rasa dan kedekatan sosial sebagai kekuatan utama. Kopi Kijang beroperasi dari pukul 19.00 – 02.00 WIB, dan untuk lokasinya ada depan ruko seputaran Pasar Besar.
Kopi Kijang beroperasi sebagai kopi jalanan yang menyatu dengan kehidupan malam masyarakat urban. Menggunakan sebuah pickup tua yang masih berfungsi, kafe ini bukan hanya menjajakan kopi, tetapi juga menghadirkan ruang singgah bagi siapa saja yang ingin berbincang dan menikmati waktu tanpa sekat formalitas.
Terinspirasi dari warung kopi pinggir jalan era lama, Kopi Kijang menghidupkan kembali budaya ngopi yang membumi. Harga yang terjangkau untuk semua kalangan ditawarkan tanpa mengorbankan kualitas rasa, menjadikan Kopi Kijang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Gymnastiar Dewa Bagas, atau biasa di sapa Agym pemilik Kopi Kijang menegaskan bahwa usaha ini lahir dari semangat kemandirian UMKM lokal dan kecintaan terhadap budaya ngopi sebagai kebiasaan sosial, bukan sekadar tren gaya hidup. “Kami tidak menjual kemewahan, tetapi kejujuran rasa dan suasana,” ujarnya kepada RRI Malang, Jumat (16/1/2026).
Dengan visi menjadi kedai kopi jalanan yang berkarakter dan berakar pada budaya lokal, Kopi Kijang memegang nilai kesederhanaan, konsistensi rasa, kedekatan dengan pelanggan, serta kemandirian sebagai UMKM. Segmentasi pengunjung pun beragam, mulai dari pekerja malam, anak muda, komunitas lokal, hingga penikmat kopi sederhana tanpa formalitas.
Sejak beroperasi, respons pasar terhadap Kopi Kijang terbilang positif. Menu kopi hitam menjadi favorit utama, sementara suasana hangat dan akrab membuat banyak pelanggan datang kembali dan menjadi pelanggan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa konsep sederhana dengan karakter kuat masih relevan di tengah dominasi coffee shop modern.
Ke depan, Kopi Kijang berkomitmen untuk tetap konsisten sebagai street coffee berkarakter, sekaligus mengembangkan kemasan kopi lokal. Usaha ini juga ingin menjadi contoh bahwa UMKM dapat tumbuh dan bertahan tanpa harus kehilangan jati diri.
Kopi Kijang menjadi representasi UMKM lokal yang tumbuh dari bawah, mengandalkan karakter, konsistensi, dan kedekatan dengan masyarakat. Di tengah modernisasi industri kopi, Kopi Kijang memilih setia pada akar yaitu menempatkan kopi sebagai teman hidup, bukan sekadar simbol gaya hidup.(IyanMD)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....