Perjuangan Tito Hidupkan Pasar Dinoyo Lewat Mie Bangladesh

  • 24 Sep 2025 11:09 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Waroeng Madjoe Djaja, pelopor Mie Bangladesh pertama di Kota Malang, menghadirkan pengalaman kuliner pasar yang unik di Lantai 2 Pasar Dinoyo. Dikelola oleh Tito, warung ini menyajikan Mie Bangladesh dengan bumbu rempah khas Sumatera yang bercita rasa kuat, pedas, gurih, dan bertekstur sedikit basah (nyemek), menjadikannya menu andalan yang wajib dicoba.

Perkembangan UMKM terutama dalam bidang kuliner semakin beragam. Hal ini menarik penikmat kuliner, salah satunya yaitu Mie Bangladesh yang turut meramaikan rasa dan juga magnet tersendiri bagi penikmat kuliner yang menikmatinya.

“Konsep kami sederhana mas, kami menghadirkan pengalaman makan yang berbeda bagi warga Malang. Mie Bangladesh ini kami racik dengan bumbu rempah khas agar menghadirkan rasa autentik dan menggugah selera,” ujar Tito, pengelola Waroeng Madjoe Djaja, Rabu (24/9/2025).

Selain menu utama Mie Bangladesh, pengunjung juga dapat menikmati Mie Kari, Pangsit Tumis, hingga camilan seperti Pangsit dan Gyoza (goreng maupun rebus). Waroeng Madjoe Djaja juga melayani pemesanan online melalui GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, serta menawarkan promo menarik di tanggal - tanggal tertentu yang dapat digabung dengan promo gratis ongkir.

Tito selaku pengelola mengakui bahwa tantangan terbesar adalah masih minimnya ketertarikan masyarakat untuk datang ke Pasar Dinoyo Malang sebagai pusat kuliner, terutama di malam hari. Namun dari sisi positifnya, ia bisa memperluas relasi dengan pedagang lain dan belajar strategi melalui penjualan online. Dengan layanan daring, pelanggan tetap bisa menikmati hidangan favorit mereka dari rumah.

Ke depan, pengelola Waroeng Madjoe Djaja ini berharap bisnis F&B di Malang semakin berkembang dan tentunya dengan dukungan berbagai pihak terutama pemerintah terkait pengunjung di Pasar Dinoyo Malang semoga dapat diramaikan, agar giat kuliner di pasar ini semakin hidup sebagai pusat kuliner, nongkrong, dan kegiatan seni budaya.

“Kami ingin pasar tradisional tidak hanya identik dengan belanja kebutuhan pokok, tapi juga menjadi ruang kreatif, tempat makan, dan bersosialisasi,” tegas Tito.

Didirikan pada tahun 2023, Waroeng dengan alamat Instagram: @waroengmadjoedjaja ini mengusung konsep kuliner pasar dengan sentuhan rasa khas Nusantara, Waroeng ini juga menghadirkan pilihan menu mulai dari mie, pangsit, hingga gyoza dengan layanan dine-in maupun pesan antar.

“Kami percaya setiap mangkuk Mie Bangladesh bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang menghidupkan kembali pasar tradisional sebagai ruang berkumpul, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan bersama,” tutup Tito penuh semangat.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....