La Rise Dimsum, Dari Dapur Menuju Mimpi Besar
- 24 Jul 2025 07:09 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Di balik kelembutan kulit dimsum dan gurihnya isian daging segar La Rise Dimsum, tersimpan cerita penuh semangat dari seorang ibu rumah tangga yang kini menjelma menjadi pelaku UMKM kuliner kreatif. Dialah Anggie, sosok di balik brand La Rise, yang akrab disapa "Mam Angela".
“Sebetulnya semua berangkat dari kegemaran akan makanan ini. Dari hobi suka memasak, coba-coba resep A, B, C, sampai akhirnya ketemu komposisi yang pas,” ungkap Mam Angela saat diwawancara oleh RRI Malang, Rabu, (23/07/2025).
Nama La Rise sendiri bukan dipilih secara sembarangan. Ada filosofi mendalam di dalamnya, yang menjadi penopang semangat brand ini terus tumbuh.
“La Rise itu punya dua makna. Dalam bahasa Jawa, 'larise' itu artinya laku keras atau laris. Kita biasa bilang ‘Hmm… larise ya!’ Nah, kalau dalam bahasa Inggris, rise itu artinya bangkit. Jadi saya ingin usaha ini laris, dan terus bangkit walau jatuh berulang kali,” jelasnya.
Di tengah proses yang masih terbilang awal—bahkan izin PRT pun masih dalam proses—tantangan terus datang. Mulai dari survei pasar, perbandingan kualitas produk, sampai detail seperti teknik pengemasan harus diperhatikan dengan cermat.
“Semuanya masih homemade. Daging segar kami giling sendiri, dicampur dengan bumbu, dibungkus dengan kulit, lalu langsung dikukus,” tambahnya.
Produk La Rise diklaim memakai bahan-bahan premium, mulai dari kualitas daging, minyak, hingga saus, sehingga tekstur dan rasa tetap terjaga.
Dalam dunia bisnis makanan, kualitas adalah kunci. “Kalau bahannya segar dan bermutu, kualitas rasa akan mengikuti. Kami juga menjaga konsistensi di setiap batch,” ucap Mam Angela.
Meski masih berbasis rumahan, La Rise Dimsum sudah mulai merambah pemasaran digital. Media sosial menjadi senjata penting di era sekarang, meskipun kekuatan "mulut ke mulut" tak bisa dianggap remeh.
Menariknya, La Rise juga menawarkan versi frozen pack dan dimsum sehat tanpa lemak tambahan, sebagai bentuk inovasi awal. Respon pasar pun cukup positif. “Kami selalu terbuka dengan kritik dan saran. Itu jadi bahan bakar kami untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ketika ditanya tentang motivasi terbesar dalam menjalankan usaha ini, Mam Angela menjawab dengan tulus,
“Hidup terus berjalan, dan ada hal yang harus diperjuangkan. Di sini saya lihat peluang, jadi kenapa tidak saya ambil?”
Soal lelah dan tantangan, tentu pernah datang. Tapi menyerah bukan pilihan.
“Capek, iya. Tapi menyerah, tidak. Pendaki yang hebat itu pasti sering jatuh dulu sebelum sampai puncak,” katanya mantap.
Di balik bisnis kuliner, ada nilai yang ia pegang teguh: kejujuran.
“Satu saja: jangan pernah curang kepada pelanggan,” tegasnya.
Ke depannya, Mam Angela berharap agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menikmati La Rise Dimsum. Meski saat ini pemesanan masih dilakukan melalui nomor telepon pribadi (0812-3308-565), kehadiran di berbagai platform digital sedang dipersiapkan.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada para anak muda yang ingin memulai usaha dari dapur sendiri:
“Jangan pernah ragu atau pesimis. Kita nggak pernah tahu potensi kita. Explore! Kadang dunia memang harus tahu bahwa kamu punya talenta luar biasa.” ❤️
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....