Tahu Campur Epo, Warisan Cinta dan Keteguhan Hati
- 12 Mei 2025 00:55 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Di balik aroma khas tahu campur yang menggoda di Jl. Bandung kota Malang, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang tidak pernah lelah bekerja demi keluarga. Dialah Ario Sutopo, yang akrab disapa Epo, pria kelahiran 1966 asal Jl. Bogor Terusan Bawah No. 19 A, Malang ini telah berjualan tahu campur selama lebih dari 20 tahun untuk menghidupi keluarga.
Setiap hari, sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB, Epo setia melayani pelanggan dengan racikan tahu campur khasnya. Usaha ini bukan hanya sekadar sumber nafkah, melainkan bentuk nyata dari cinta dan tanggung jawabnya terhadap keluarga.
Ketika ditemui di Lokasi berjualan di Jl Bandung, dirinya menyampaikan kepada www.rri.co.id mengenai kesehariannya menjalankan usaha kecil kuliner ini, “Kalau hari biasa bisa dapat Rp 600 ribu mas, tapi kalau musim liburan, alhamdulillah bisa sampai Rp800 ribu," ungkap Epo, Senin (12/5/2025).
Namun, di balik pencapaian itu, ia juga kerap menghadapi tantangan seperti harga bahan baku yang naik dan pastinya membuat margin keuntungan terkadang menipis. Omzet yang didapat seringkali harus dibagi untuk keperluan operasional dan kebutuhan rumah tangga. Epo berharap ada dukungan nyata dari pemerintah, terutama bagi pelaku usaha kuliner kecil seperti dirinya.
"Kalau bisa, ada bantuan untuk promosi, order online, dan pelatihan media sosial. Supaya jualan saya bisa dikenal lebih luas, apalagi kalau bisa diajak ikut event atau hajatan keluarga," harapnya.
Dengan keuletan dan pengalaman yang sudah menembus dua dekade, dirinya membuktikan bahwa konsistensi dan ketulusan dalam bekerja bisa menjadi inspirasi banyak orang.
Ayah dari tiga anak ini merupakan panutan bagi Emalia Fitriana, Evi Aryanti, dan Aryo Tri Franky buah hatinya. Keteguhan dalam berwirausaha menempa mental dan juga upaya seorang Epo untuk senantiasa optimis agar usahanya dapat berkembang dimasa mendatang, ia juga terus menyalakan harapan agar tahu campurnya tidak hanya bisa menghidupi keluarganya, tetapi juga menjadi warisan yang dikenang dan dicari banyak orang melalui karya sebuah rasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....