Nasi Goreng, Hidangan Khas Indonesia yang Masuk Street Food Terpopuler Global
- 09 Mei 2025 12:58 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Nasi goreng, merupakan salah satu kuliner ikonik yang berasal dari Indonesia. Hidangan sederhana yang berbahan dasar nasi ini berhasil masuk ke dalam daftar 20 street food paling populer di dunia versi Remitly. Hal ini menunjukkan bahwa cita rasa khas nusantara mampu bersaing dan dicintai oleh pecinta kuliner dari berbagai dunia.
Melansir dari Timeout, Jum’at (9/5/2025), Remitly sebuah platform yang mengunggah jika ada titik acuan untuk menentukan bahwa makanan kaki lima yang paling populer di dunia adalah nasi goreng dan nasi goreng sendiri menempati posisi ke-15 dari 20 daftar yang telah diunggah. Peringkat tersebut disusun berdasarkan jumlah unggahan yang ada di platform TikTok serta merepresentasikan popularitas hidangan khas tersebut. Dalam daftar tersebut hidangan khas Meksiko, taco, menduduki peringkat pertama dengan jumlah 1,8 juta unggahan yang kemudian diikuti oleh pani puri dari India dan hot dog dari Amerika.
Hal ini menunjukkan jika daya tarik nasi goreng bagi pecinta kuliner sangatlah mendunia. Dengan cita rasa cenderung asin yang khas serta sedikit rasa manis, nasi goreng biasanya disajikan menggunakan berbagai macam tambahan condiment seperti telur, ayam, udang, dan sambal yang kemudian nantinya dapat menambah kombinasi rasa yang nikmat. Variasi tersebut yang membuat kuliner Indonesia dapat beradaptasi dengan selera global. Sebanyak 166.000 unggahan yang masuk, menjadikan nasi goreng masuk ke dalam daftar tersebut, dibarengi makanan khas Vietnam, pho, yang berada pada posisi ke-8.
Pengakuan internasional terhadap nasi goreng ini tidak hanya terpaku pada daftar yang telah dirilis oleh Remitly saja, melainkan CNN juga turut memasukkan nasi goreng ke dalam daftar 20 hidangan nasi terenak yang ada di dunia. Hal ini berfokus pada kelezatan serta keunikan rasa yang ada pada hidangan tersebut. Namun, posisi tersebut dapat memperkuat ikon kuliner Indonesia yang mampu bersaing di kancah global maupun internasional, sekaligus dapat memperkuat identitas budaya melalui makanan. (AV)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....