Pawon Bunda Lia: Usaha Puding Lukis yang Menggabungkan antara Seni dan Rasa Lezat

  • 15 Apr 2025 10:54 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Di tengah maraknya tren kuliner yang unik, hadir salah satu inovasi yang berhasil menarik perhatian banyak pecinta makanan manis yaitu puding lukis. Tidak hanya sebagai hidangan penutup dan pemanis mulut, namun dapat menggabungkan antara lezatnya tekstur puding dengan sentuhan lukisan tangan yang indah. Hal ini telah dilakukan oleh sebagian pelaku UMKM, seperti Bunda Lia dari Jember, puding lukis telah menjadi media ekspresi sekaligus usaha rumahan yang menjanjikan.

“Awal mulanya karena ketertarikan dengan puding. Kalau puding kan memang lebih mudah bagi saya, terus mulai kenal dengan puding lukis. Akhirnya fokus di puding dan varian pudingnya juga banyak. Ada puding lukis, puding buah, puding jelly art atau puding suntik, dan puding tumpeng. Jadi tumpeng dengan tetek bengeknya yang terbuat dari puding dan macam-macamnya,” ucap Bunda Lia saat diwawancarai oleh RRI Malang, Selasa (15/4/2025).

Usaha ini bermula dari tahun 2016, saat Bunda Lia terinspirasi dari unggahan seseorang di luar negeri yang melukis di atas puding. Ia bercerita jika awalnya hanya melihat dari postingan seseorang saja, kemudian mencoba untuk mencari referensinya dan belajar secara online. Meskipun awalnya hanya melukis karakter kartun saja, kini Bunda Lia juga mampu untuk membuat lukisan wajah dengan desain yang kompleks hingga bentuk tumpeng dari puding.

Semua puding yang dikerjakan oleh Bunda Lia dibuat dengan tangan secara manual, dari sketsa awal hingga pewarnaannya. Untuk satu lukisan yang dikerjakan memakan proses waktu dari dua hingga tiga jam, tergantung tingkat kesulitan yang diterima. Bahan-bahan yang digunakan juga aman untuk dikonsumsi oleh semua usia. Bahan tersebut berupa agar-agar, susu, gula, dan pewarna makanan khusus. Salah satu produk Bunda Lia yang kerap kali dipesan oleh konsumen adalah puding lukis wajah, meskipun ia berucap jika melukis hewan akan menjadi tantangan tersendiri karena detailnya yang sangat rumit.

“Cara saya menjaga orisinalitas puding lukis ini ya karena manual, manual kita lukis dengan tangan sendiri. Jadi kalau menurut saya, setiap orang itu pasti punya gaya dan keunikan sendiri-sendiri. Tangan satu pelukis dengan tangan pelukis yang lain itu tidak sama. Setiap orang punya keunikannya sendiri lah,” lanjutnya.

Pemasaran produk puding Pawon Bunda Lia ini telah memanfaatkan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, serta TikTok. Akan tetapi, promosi tersebut juga dari mulut ke mulut antara teman dan saudara terdekat. Puding Bunda Lia ini tidak hanya laku di area Jember saja, namun produk-produk puding tersebut juga telah dipesan oleh konsumen dari berbagai kota seperti Jakarta, Malang, Banyuwangi, dan Blitar. Pengirimannya pun biasanya dilakukan oleh konsumen langsung atau melalui jasa travel untuk menjaga kualitas puding agar tetap cantik dan terjaga sampai ke tangan konsumen.

Tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah semakin banyaknya pelaku usaha serupa, yang mulai menjual puding termasuk salah satunya puding lukis. Meski persaingan tersebut semakin ketat, Bunda Lia akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus berkembang dan berinovasi. Ciri khas dari setiap lukisan tangan yang ia buat juga merupakan salah satu menjaga keunikan produknya. Tentunya, bukan untuk bersaing namun mencoba untuk membuat sesuatu yang lebih unik yang tidak dimiliki oleh pengusaha yang lain.

“Semoga kedepannya bisa semakin lebih dikenal lagi dan bisa membesarkan usaha Pawon Bunda Lia ini lebih dari sekarang. Pesan saya untuk orang-orang yang ingin memulai usaha serupa itu tetap semangat, terus mencoba, jangan pernah menyerah meskipun gagal. Gagal harus bangkit lagi, begitu seterusnya. Jangan pernah menyerah,” pesan Bunda Lia. (AV)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....