Totalitas Kreativitas Siswa di Grand Final Clash of Cui Mie

  • 09 Feb 2025 20:36 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Grand final Clash of Cui Mie digelar pada Minggu (9/2/2025). Acara lomba memasak kreasi mie yang diselenggarakan Hot Cui Mie Malang ini berhasil menarik perhatian para pelajar SMK di Malang. Siswa antusias menunjukkan kreativitas dan keterampilan mengkreasikan cui mie sejak babak penyisihan Januari lalu.

Ketua Pelaksana sekaligus Public Relations Hot Cui Mie Malang, Iik Andriani menyatakan bahwa persiapan untuk acara final ini cukup menantang.

“Persiapannya cukup mepet, baik dari segi kapasitas tempat maupun jumlah peserta yang banyak. Namun, dengan adanya koordinasi yang baik dan kerja keras dari semua pihak, acara ini berjalan dengan sukses,” ujarnya.

Iik juga menuturkan bahwa acara ini bertujuan untuk menggali bakat kuliner anak-anak muda dari Kota Malang, khususnya siswa SMK yang memiliki minat di bidang kuliner. Ia menambahkan, meskipun ada tantangan dalam persiapan yang terbatas, acara ini mampu memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga, baik bagi peserta maupun panitia. “Kompetisi ini sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan para siswa,” katanya.

Kun Subekti, salah seorang guru SMK PGRI 7 Singosari mengungkapkan bahwa selain mendapatkan materi di kelas, siswa juga dapat mengaplikasikannya dalam kompetisi ini. Menurutnya, ajang ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa.

“Kompetisi ini sangat membantu mereka mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri dalam dunia kuliner,” ujarnya.

Dalam kompetisi ini, Yasmine, seorang siswa dari SMK Negeri 3 Malang, berhasil meraih juara pertama setelah menampilkan kreasi menu cui mie sate lilit dan ayam betutu.

“Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa menang. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kompetisi kuliner, dan Alhamdulillah bisa keluar sebagai pemenang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini memberi banyak pelajaran, terutama dalam hal plating dan teknik memasak. Yasmin berharap, kemenangan ini bisa menjadi langkah awal untuk mengikuti ajang kompetisi lainnya, seperti LKS (Lembaga Kompetensi Siswa).

Salah seorang juri, Agus Aryanto menjelaskan bahwa penilaian dalam kompetisi ini berfokus pada rasa, kematangan mie, dan kesesuaian menu dengan tema yang ditentukan.

“Kalau yang pasti adalah kita cari rasa, rasa-rasa yang benar-benar pas, lalu sesuai dengan tema. Lalu ada lagi kematangan mie, itu yang paling utama,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa menu pemenang nantinya akan dijadikan salah satu menu yang dijual di cabang Hot Cui Mie.

“Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan, tetapi juga memberikan kesempatan nyata bagi para peserta untuk memperkenalkan kreasi mereka ke masyarakat,” tutupnya. (FA/TS)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....