Pangsit Mie Gerobak Biru Cak Mus : Kuliner Legendaris sejak 1988
- 23 Jan 2025 13:18 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Ketika membahas kuliner legendaris, salah satu yang tak terelakkan yaitu sejarah yang melekat pada setiap gigitan. Mie pangsit contohnya, dalam segala kelezatannya, sering menjadi warisan kuliner yang menghantarkan kita pada perjalanan kenangan rasa yang telah terukir sejak dulu. Sejak dulu, cita rasa yang autentik dan keunikan mie pangsit ini telah melintasi generasi, membawa cerita panjang yang kaya akan tradisi dan keahlian kuliner.
Dalam perjalanan kuliner yang dipenuhi dengan inovasi dan tren yang cepat berubah, Mie Pangsit Legendaris menawarkan kestabilan dan keaslian. Berbeda dengan kuliner lain yang mungkin hanya sesaat populer, pangsit mie ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kuliner daerah tertentu.
Contohnya di Kota Malang, terdapat beragam tempat makan mie pangsit legendaris yang punya cita rasanya tersendiri. Salah satunya kuliner Pangsit Mie Legendaris Gerobak Biru Cak Mus yang sudah berjualan sejak tahun 1988 ini dan masih tetap eksis bahkan terkenal di kalangan masyarakat sekitaran Jalan Candi Panggung Malang.
Cak Mus sendiri memulai usaha berjualan pangsitnya sejak tahun 1988 menggunakan gerobak yang dicat berwarna biru muda dengan bertuliskan Pangsit Mie.
‘’Saya mulai berjualan itu dari tahun 1988 mbak, nah waktu itu saya coba-coba sendiri bikin pangsit mie kalau untuk mienya saya beli ya mbak tapi untuk campuran bumbu nya ya saya ngeracik sendiri jadi memang rasanya dari dulu sampai sekarang ya tetap sama tidak berubah,’’ ucapnya, Kamis (23/1/2025).
Untuk harga 1 porsi pangsit mie yang ia jual per porsinya di harga Rp8000 saja, harga yang terbilang murah meriah namun untuk rasanya sangat melegenda dengan cita rasa yang ‘authentic’.
‘’Saya jualan pangsit mie ini murah meriah saja mbak yang penting lumintu ya dan dalam sehari saya bisa menjual sekitar 50 sampai dengan 60 porsi an lah di harga 8000 rupiah saja, yang penting bagi saya adalah tetap menjaga rasa nya ya mbak sama dari awal jualan sampai sekaran rasanya masih sama jadi pelanggan itu tetap nyariin aja karena sudah cocok dengan rasanya. Untuk sekarang saya jualan sama adek saya juga jadi kami ada 2 rombong dan adek saya juga ya gini pake gerobak biru tapi ya namanya beda tangan beda racikan dan rasanya mbak,’’ tuturnya
Bagi Cak Mus, dalam menjalankan usaha memang harus ditekuni dan dijalani selain itu penting juga untuk menjaga konsistensi rasa dari makanan yang kita jual karena itu merupakan salah satu cara untuk menjaga kepercayaan pelanggan atau pembeli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....