Lansia di Kota Blitar Ditemukan Meninggal di Rumahnya

  • 25 Apr 2025 07:28 WIB
  •  Malang

KBRN, Blitar : Seorang lansia di Kota Blitar ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di dalam rumahnya, pada Kamis (24/4/2025) pagi. Lansia itu bernama Marsiyem (91) asal Jalan Trowulan, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Salah satu saksi mata bernama Herman Felani yang juga ketua RT setempat mengatakan awalnya ia mendapat informasi dari anak menantunya yang menyebutkan Mbah Marsiyem meninggal dunia dalam kondisi terbakar. Kemudian, ia mendatangi lokasi untuk memastikannya dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Pas dikasih tau kan gupuh ya, saya beritahu warga sekitar dilanjutkan ke pihak berwajib. Beliau ini memang sudah agak pikun," kata dia, Jumat (25/4/2025).

Menurut Herman, dugaannya Mbah Marsiyem meninggal dunia karena terbakar yang disebabkan lilin yang ia nyalakan setiap malam hari. Namun hal ini, belum dipastikan dan masih diselidiki oleh polisi.

Selama ini Mbah Marsiyem terbiasa menyalakan lilin saat malam hari, meskipun lampu sudah nyala. Karena informasinya yang bersangkutan mengalami trauma tersendiri. Bahkan, di dalam rumahnya juga memiliki lilin dalam jumlah banyak.

"Sejumlah saksi mencoba memanggil mbah Marsiyem dari luar, namun tidak ada tanggapan. Karena kondisi pintu dikunci dari dalam, akhirnya didobrak dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia terbakar," ujarnya.

Sementara itu, Pj Panit Opsnal Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Aiptu Erfan Kurniadi mengaku bisa memastikan penyebab utama Mbah Marsiyem meninggal dunia.

Sejauh ini, polisi masih lakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini untuk mengetahui penyebab utama mbah Marsiyem meninggal dunia dalam kondisi terbakar. Meskipun hasil olah TKP ditemukan adanya bekas lilin, polisi belum berani menyimpulkan penyebab utama meninggalnya mbah Marsiyem.

"Masih penyelidikan pihak kepolisian, belum berani menyimpulkan penyebabnya. Tapi di lokasi sudah kami pasang police line," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, selama ini mbah Marsiyem tinggal sendiri di rumahnya dan setiap hari mendapat kiriman makanan dari anak menantunya. Meskipun tinggal sendiri, jarak rumah mbah Marsiyem dengan anak menantunya cukup dekat. Namun, anak menantunya tidak bisa setiap saat melihat kondisi mbah Marsiyem, karena setiap pagi sampai sore bekerja di luar kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....