Risiko Mengonsumsi Telur Mentah
- 21 Sep 2024 18:39 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Mengonsumsi telur mentah berisiko menyebabkan salmonellosis, suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat ditemukan di luar maupun di dalam telur, dan panas dapat membunuhnya, sehingga telur mentah atau setengah matang lebih berisiko dibandingkan telur yang matang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan lebih dari 1 juta orang di Amerika Serikat jatuh sakit setiap tahun akibat makanan yang terkontaminasi Salmonella, dan meskipun banyak yang sembuh dalam beberapa hari, sekitar 400 orang meninggal setiap tahunnya.
Dikutip dari EatingWell, James E. Rogers, Ph.D., direktur penelitian dan pengujian keamanan pangan untuk Consumer Reports, menjelaskan bahwa telur yang dimasak matang memiliki lebih banyak keunggulan.
“Jika data ini benar bahwa protein telur yang dimasak lebih baik diserap, maka itu lebih baik lagi bagi para binaragawan. Selain itu, konsumsi telur mentah dapat menghambat penyerapan biotin, vitamin B yang penting, karena putih telur mentah mengandung avidin yang mengikat biotin" Jelasnya, Sabtu (21/9/2024).
Kelompok rentan seperti anak-anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 65 tahun, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah berisiko lebih tinggi untuk sakit parah akibat Salmonella. Wanita hamil juga disarankan untuk menghindari telur mentah.
“Mereka adalah tiga kelompok konsumen teratas yang pasti akan kami katakan tidak boleh mengonsumsi telur mentah yang tidak dipasteurisasi.” Imbuh Rogers.
Jika tetap ingin menggunakan telur dalam resep yang memerlukan telur mentah, Rogers menyarankan untuk memilih telur yang telah dipasteurisasi. Ini berarti telur telah dipanaskan pada suhu cukup tinggi untuk membunuh Salmonella tanpa mengubah rasa atau kualitas gizi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....