Gejala Penyakit Alzheimer dan Penanganannya
- 18 Sep 2024 21:06 WIB
- Malang
KBRN,Malang : Masih banyak stigma sosial yang melekat pada penderita Alzheimer atau demensia, yang dapat menyebabkan isolasi sosial dan minimnya dukungan. Dengan lebih banyak orang memahami apa itu demensia dan bagaimana hal itu mempengaruhi seseorang, stigma ini dapat dikurangi.
Direktur RS Radjiman Wediodiningrat Malang, dr. Yuniar, Sp.KJ,MMRS mengatakan Alzheimer dimulai dengan gejala yang sangat halus, sehingga seringkali diabaikan.
"Tanda awal biasanya mulai kehilangan ingatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari sampai perubahan suasana hati dan kepribadian," ungkapnya kepada RRI dalam dialog Malang Siang Ini, Rabu (18/9/2024)
Yuniar menambahkan penderita Alzheimer dan demensia membutuhkan dukungan yang berkesinambungan, baik dari segi medis maupun sosial.
"Peran keluarga dan pengasuh sangat penting dalam memastikan penderita tetap mendapat perawatan yang layak dan dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang baik,"
Perawatan orang dengan Alzheimer dan demensia memerlukan pendekatan khusus dan kesabaran, terutama dalam komunikasi.
“Penggunaan kalimat pendek dan jelas serta memperhatikan preferensi komunikasi pasien sangat penting. Terapi okupasi, wicara, dan aktivitas kreatif dapat mendukung pasien dalam mengelola gejala demensia. Selain itu, penting untuk memahami perilaku pasien sebagai bentuk komunikasi kebutuhan mereka, seperti ketidaknyamanan atau ketidakpuasan,” tambahnya.
Meskipun saat ini belum ada obat untuk Alzheimer, penelitian akan terus dilakukan untuk mencari cara yang lebih baik dalam mendiagnosis, mengobati, dan mencegah penyakit ini agar penderita tidak semakin parah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....