Skrining Pap Smear dalam Program JKN, Upaya Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
- 07 Okt 2026 09:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemeriksaan kesehatan bagi perempuan perlu dilakukan secara rutin, termasuk bagi mereka yang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan. Salah satunya melalui skrining Pap Smear yang menjadi bagian dari upaya deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal tersebut disampaikan Staff Promotif Preventif BPJS Kesehatan Cabang Malang, Novita Ayu Gayatri, dalam dialog interaktif di Pro 4 RRI Malang, Selasa (6/10/2026). Ia menjelaskan, Pap Smear merupakan pemeriksaan dengan mengambil sedikit sampel untuk mengetahui ada atau tidaknya sel-sel abnormal pada leher rahim.
“Program Pap Smear adalah pemeriksaan untuk deteksi. Diambil sampel sedikit untuk mengetahui adanya sel-sel yang abnormal, apakah peserta ini berisiko sehingga bisa dicegah lebih dini,” jelas Novita.
Menurutnya, skrining menjadi penting karena kanker leher rahim masih menjadi salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan pada perempuan. Deteksi sejak awal memungkinkan adanya penanganan lebih cepat sehingga kondisi tidak berkembang menjadi lebih parah.
“Kanker leher rahim termasuk yang terbanyak, kedua setelah kanker payudara. Maka dari itu kita harus mencegahnya lebih dini,” ujarnya.
Novita menambahkan, pemeriksaan dan tata laksana awal dapat dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Peserta JKN dapat mengakses layanan tersebut melalui puskesmas, klinik pratama maupun praktik mandiri dokter yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
| Baca juga: UB Wajibkan Tes NAPZA bagi Mahasiswa Baru |
Untuk mendapatkan layanan skrining, peserta dapat datang ke FKTP dan mengisi pertanyaan skrining kesehatan. Salah satu pertanyaan yang menjadi bagian dari skrining adalah mengenai riwayat hubungan seksual. Apabila peserta menjawab pernah melakukan hubungan seksual, maka dapat dilakukan pemeriksaan Pap Smear sesuai ketentuan layanan.
Yang terpenting, kata Novita, peserta harus memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat memanfaatkan layanan tersebut tanpa biaya.
“Khususnya peserta JKN yang aktif, tidak akan ada biaya. Alurnya bisa datang ke FKTP, puskesmas, klinik pratama atau praktik mandiri dokter, kemudian mengisi skrining,” terangnya.
Ia mengakui, pemeriksaan Pap Smear memang dapat menimbulkan rasa kurang nyaman bagi peserta. Namun, proses pemeriksaannya berlangsung relatif singkat sehingga peserta tidak perlu terlalu khawatir.
“Prosesnya memang tidak nyaman, tapi sangat sebentar prosesnya,” kata Novita.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sel abnormal, penanganan dapat segera dilakukan sesuai kondisi peserta. Menurut Novita, semakin cepat kelainan ditemukan, semakin besar peluang untuk ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
BPJS Kesehatan Cabang Malang pun mendorong masyarakat, khususnya perempuan peserta JKN, untuk meningkatkan kesadaran melakukan skrining. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa pemeriksaan tersebut dapat diakses melalui Program JKN.
“Kesadaran dari masyarakat ini penting, karena masih banyak yang belum tahu bahwa ada program ini,” pungkas Novita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....