Hari Jantung Sedunia, BPJS Ajak Warga Kenali Risiko sejak Dini
- 30 Sep 2026 12:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan terbesar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS Kesehatan mencatat, sepanjang 2015 hingga 2025, pembiayaan untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung mencapai lebih dari Rp100 triliun.
Khusus pada 2025, tercatat 29,8 juta kasus penyakit jantung dengan total pembiayaan Rp17,4 triliun. Data tersebut menjadi salah satu alasan BPJS Kesehatan mengajak masyarakat lebih mengenali risiko penyakit jantung sejak dini, terutama melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin mengatakan, penyakit jantung tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga dapat dialami masyarakat usia produktif.
“Program JKN hadir memberikan perlindungan ketika peserta membutuhkan pelayanan kesehatan. Namun, kami tentu berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatannya,” ujar Hernina, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, pencegahan dapat dimulai dengan menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Peserta JKN berusia 15 tahun ke atas juga dapat memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan satu kali dalam setahun untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis.
“Skrining dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA di nomor 08118165165, maupun melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar,” ungkap Ina, sapaan akrabnya.
Dalam skrining tersebut, peserta akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga. Hasilnya dapat menjadi langkah awal untuk mengenali faktor risiko penyakit kronis.
“Semakin dini risiko diketahui, semakin besar kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup maupun mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Menjaga jantung harus dimulai sejak kita masih sehat,” katanya.
Pengalaman menjalani perawatan jantung juga dirasakan Hadi Susila, 61 tahun. Peserta JKN tersebut kini tengah menjalani perawatan setelah mengalami serangan jantung. Hadi mengaku tidak menyangka keluhan yang dialaminya berujung pada serangan jantung hingga membutuhkan penanganan medis.
“Sebelumnya saya tidak menyangka akan mengalami serangan jantung. Ketika dokter menyampaikan kondisi saya, tentu ada rasa kaget dan khawatir. Alhamdulillah, saya segera mendapatkan penanganan dan selama menjalani perawatan menggunakan JKN, pelayanan yang saya terima berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Didampingi sang istri selama menjalani perawatan, Hadi mengatakan pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan yang dirasakan, terutama jika berkaitan dengan kondisi tubuh yang tidak biasa.
“Sekarang saya semakin sadar bahwa kesehatan tidak boleh dianggap sepele. Kalau ada keluhan, sebaiknya segera diperiksakan. Saya juga bersyukur kepesertaan JKN saya aktif sehingga saat kondisi seperti ini datang, kami sekeluarga bisa lebih fokus pada pengobatan dan pemulihan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....