Dinkes Kota Batu Gelar Skrining TBC di 41 Titik

  • 28 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Dinas Kesehatan Kota Batu menggelar skrining tuberkulosis (TBC) di 41 titik untuk menemukan kasus secara aktif di masyarakat. Program tersebut menyasar warga bergejala maupun kelompok yang memiliki risiko terpapar TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Skrining dilakukan karena kasus TBC masih menjadi fenomena gunung es yang perlu ditemukan secara aktif.

“Namanya Active Case Finding CKG-TBC, nanti kita menyerang, kita turun ke Balai Desa seluruh Kota Batu,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Menurut Icang, skrining diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC atau tinggal serumah. Sasaran lainnya yakni warga dengan diabetes melitus, batuk yang tidak kunjung sembuh, pembesaran kelenjar getah bening, dan keringat dingin.

Pelaksanaan skrining dilakukan dengan mendatangi balai desa sesuai jadwal yang telah ditentukan. Masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan bersama tim Dinkes Kota Batu.

Pemeriksaan juga dilengkapi dengan foto rontgen menggunakan perangkat X-ray portable. Dengan perangkat tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan langsung di lokasi tanpa masyarakat harus mendatangi fasilitas kesehatan.

“Kita mohon masyarakat Kota Batu, khususnya di 41 titik skrining TBC ini, untuk aktif memanfaatkan program ini,” ungkapnya. Icang menegaskan, seluruh layanan skrining TBC tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Dari total sasaran lokasi, skrining dilaksanakan pada 41 titik yang tersebar di 24 desa di Kota Batu. Masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan berdasarkan jadwal kunjungan tim di masing-masing wilayah.

Icang menjelaskan, penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam pengendalian penyebaran TBC di masyarakat. Hasil skrining dapat membantu menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Harapannya TBC di Kota Batu akan berkurang sesuai targetnya,” jelas Icang. Ia menilai pengendalian TBC juga berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Icang, masyarakat yang lebih sehat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih optimal. Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung masyarakat dalam beraktivitas dan membangun Kota Batu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....