Kenali ILI dan Kelompok yang Berisiko Alami Komplikasi

  • 21 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Influenza-like illness (ILI) merupakan istilah dalam sistem surveillance untuk mengelompokkan pasien berdasarkan gambaran klinis tertentu. Praktisi Kesehatan Kota Batu, dr. Susana Indahwati, menegaskan ILI tidak berarti seseorang sudah pasti terinfeksi virus influenza.

“Influenza-like illness atau penyakit serupa influenza bukan berarti seseorang sudah pasti terkena virus influenza. ILI atau influenza-like illness merupakan istilah yang digunakan dalam sistem surveillance untuk mengelompokkan pasien dengan gambaran klinis tertentu,” ujar dr. Susana, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, definisi surveillance WHO menyebut ILI sebagai infeksi saluran pernapasan akut dengan demam 38 derajat Celsius dan batuk yang muncul dalam 10 hari terakhir. Dengan kriteria tersebut, pasien yang mengalami Influenza A dapat masuk dalam kategori ILI.

“Namun, tidak semua pasien ILI disebabkan oleh Influenza A. Virus lain, termasuk Influenza B dan berbagai virus pernapasan lainnya juga dapat menimbulkan gambaran klinis yang menyerupai influenza,” jelasnya.

Susana mengatakan, infeksi influenza secara klinis tidak selalu mudah dibedakan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Karena itu, istilah ILI digunakan untuk mengelompokkan kondisi berdasarkan gejala, bukan untuk memastikan jenis virus penyebabnya.

Influenza dapat menyerang siapa saja, tetapi risiko mengalami penyakit yang lebih berat lebih tinggi pada kelompok tertentu. Kelompok tersebut meliputi balita, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit komorbid atau penyakit kronis tertentu.

“Pada kasus berat, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, dan dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki oleh seseorang,” terangnya. Kondisi tersebut membuat kelompok berisiko perlu lebih memperhatikan perkembangan gejala yang dialami.

Masyarakat juga perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala berat selama sakit. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, penurunan kesadaran, dehidrasi, serta kondisi yang semakin memburuk.

“Demam atau keluhan pernafasan pada kelompok yang beresiko tinggi tadi” juga menjadi kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis, terutama ketika disertai tanda-tanda penyakit berat. Pemeriksaan diperlukan untuk menilai kondisi pasien dan menentukan penanganan sesuai penyebab serta tingkat keparahannya.

Susana menegaskan bahwa ILI merupakan kategori berdasarkan gambaran klinis dalam sistem surveillance, bukan diagnosis yang secara otomatis menunjukkan Influenza A. Sementara itu, kewaspadaan terhadap gejala berat diperlukan terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....