Takut Donor Darah? PMI Malang Ungkap Syarat dan Manfaatnya

  • 02 Sep 2026 10:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Keinginan untuk mendonorkan darah terkadang terhenti karena rasa takut terhadap jarum, khawatir tubuh menjadi lemas, atau merasa belum mengetahui apakah dirinya memenuhi syarat sebagai pendonor. Padahal, donor darah dapat dilakukan secara aman selama calon pendonor memenuhi persyaratan dan mempersiapkan kondisi tubuh dengan baik.

Kepala UDD PMI Kota Malang, dr. Luluk R. Wulan, mengatakan calon pendonor tidak perlu terlalu khawatir dengan proses donor darah. Salah satu cara mengurangi rasa takut adalah datang bersama teman atau komunitas sehingga pendonor merasa lebih nyaman.

“Biasanya teman-teman yang ada ketakutan seperti itu biasanya datang bersama-sama. Jadi banyak teman itu menjadi lebih berani,” kata dr. Luluk dalam dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Malang, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, persiapan sebelum donor juga relatif sederhana. Calon pendonor disarankan cukup beristirahat, makan dan minum dengan cukup. Istirahat yang kurang justru dapat membuat tubuh lebih tidak siap dan meningkatkan rasa khawatir ketika akan menjalani donor.

Secara umum, calon pendonor harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Usia pendonor berada pada rentang 17 hingga 60 tahun untuk donor darah konvensional setiap dua bulan sekali. Sementara pendonor berusia di atas 60 hingga 65 tahun memiliki interval donor yang lebih panjang, yakni enam bulan sekali.

Selain usia, berat badan juga menjadi salah satu persyaratan. Calon pendonor harus memiliki berat badan lebih dari 45 kilogram. PMI juga melakukan pemeriksaan sebelum darah diambil, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin. Perempuan yang sedang hamil atau menyusui juga tidak diperbolehkan melakukan donor darah.

“Harus sehat, Mas. Kalau tidak sehat enggak mungkin,” ujar dr. Luluk.

Darah yang telah didonorkan pun tidak langsung diberikan kepada pasien. Darah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan untuk memastikan keamanan dan mendeteksi kemungkinan penyakit yang dapat ditularkan melalui darah. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas darah yang akan digunakan untuk pasien.

Bagi pendonor, manfaat donor darah tidak hanya dirasakan dari sisi psikologis karena dapat membantu orang lain. Donor secara rutin juga membuat pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum diperbolehkan kembali mendonorkan darah. Menurut dr. Luluk, hal tersebut dapat memberikan rasa percaya diri bahwa kondisi kesehatan pendonor masih memenuhi persyaratan untuk donor.

Selain donor darah konvensional, terdapat pula metode afresis, yakni pengambilan komponen darah tertentu menggunakan mesin. Untuk pengambilan trombosit atau plasma melalui metode tersebut, donor dapat dilakukan dengan interval yang lebih sering karena komponen tersebut dapat kembali dalam tubuh dalam waktu relatif singkat.

Sementara untuk donor darah konvensional, interval yang dianjurkan adalah dua bulan sekali. Khusus perempuan, dr. Luluk menyebut interval tiga bulan sekali lebih disarankan karena perempuan mengalami menstruasi yang juga dapat menyebabkan kehilangan darah.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa donor darah otomatis membuat tubuh menjadi lemas. Menurutnya, rasa lemas setelah donor lebih mungkin berkaitan dengan kondisi pendonor yang kurang beristirahat atau kurang mempersiapkan tubuh sebelum donor.

“Donor darah itu sangat sebentar. Kalau lancar, darah itu kan enggak sampai 10 menit sudah selesai pada pengambilan darah,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat yang masih ragu diajak untuk tidak kalah oleh rasa takut dan mulai mencoba donor darah. Momentum HUT ke-81 PMI juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan kehidupan orang lain.

Semangat tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan donor darah di Auditorium LPP RRI Malang pada Rabu, 2 September 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari ajakan “Solidaritas Tanpa Batas, Darahmu Kehidupan Mereka” dalam menyambut HUT ke-81 Palang Merah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....