Atasi Limbah Ternak, Mahasiswa KKN MAs Kelompok 26 Ubah Kotoran Sapi Menjadi Briket

  • 27 Agt 2026 17:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tim KKN MAs Kelompok 26 berhasil membuat inovasi briket berbahan limbah kotoran sapi yang selama ini menyumbat aliran air jika dibuang sembarangan oleh warga. Kelompok ini beranggotakan mahasiswa dari sepuluh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA), yaitu Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Mataram, dan Universitas Muhammadiyah Gombong.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan pembuatan briket kepada warga Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Pelatihan ini digelar untuk mengatasi limbah kotoran sapi yang selama ini dibuang begitu saja oleh warga hingga menyumbat saluran air di desa tersebut.

Mayoritas warga Desa Pondokagung berprofesi sebagai petani dan peternak sapi. Selama ini, kotoran sapi hasil aktivitas peternakan tidak dikelola dan menumpuk sebagai limbah di lingkungan permukiman.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memandu warga dan pengurus kelompok ternak melalui empat tahap pembuatan briket, yaitu persiapan bahan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan. Mahasiswa juga memberikan demonstrasi langsung, sementara warga turut mempraktikkan setiap tahap serta melihat hasil akhir briket yang sudah jadi. Briket hasil olahan tersebut berhasil diuji coba dan dapat menyala, sehingga terbukti berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Sebagian besar warga mengaku baru mengetahui bahwa kotoran sapi dapat diolah menjadi briket. Selama ini, kotoran sapi hanya dimanfaatkan warga sebagai pupuk.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dusun Pondok, ketua RT setempat, pengurus kelompok ternak, dan warga Dusun Pondok.

Ketua Kelompok KKN MAs Kelompok 26 mengatakan program ini bertujuan mendorong warga memanfaatkan limbah peternakan yang selama ini kurang dikelola.

"Melalui program briket dari kotoran sapi ini, kami berharap limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan oleh kelompok ternak dan warga Desa Pondokagung," kata Ketua Kelompok KKN MAs Kelompok 26.

Kepala Dusun Pondok, Eko Wahyudi, mengatakan pelatihan ini memberi pengetahuan baru kepada warga bahwa kotoran sapi dapat diolah menjadi produk lain selain pupuk.

"Dengan adanya sosialisasi pembuatan briket dari kotoran sapi, masyarakat jadi tahu bahwa kotoran sapi bukan hanya untuk pupuk saja. Ternyata bisa diolah selain pupuk dan dapat menambah perekonomian," kata Eko.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) 2026 . Program KKN kolaborasi yang diikuti 59 kampus PTMA se-Indonesia dan ditempatkan di wilayah Malang Raya, dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai kampus tuan rumah. Selain program briket, KKN MAs Kelompok 26 juga menjalankan program di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....