Apoteker Ingatkan Antibiotik Bukan Obat untuk Semua Keluhan
- 24 Agt 2026 13:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Kebiasaan masyarakat yang langsung mencari antibiotik ketika mengalami keluhan ringan seperti batuk atau demam masih menjadi perhatian tenaga kesehatan. Antibiotik tidak seharusnya digunakan secara sembarangan karena obat tersebut ditujukan untuk menangani infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Hal itu disampaikan Apoteker Andari Indahyasa, S.Farm, anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Malang, dalam talkshow Jaga Malam.
Andari mengatakan, masih ada masyarakat yang menganggap antibiotik sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Padahal, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebab infeksi.
| Baca juga: Penyimpanan Obat Menentukan Keamanan |
“Antibiotik itu mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat tidak dapat menentukan sendiri apakah suatu penyakit membutuhkan antibiotik. Keputusan penggunaan antibiotik perlu berdasarkan kondisi pasien serta pertimbangan tenaga kesehatan.
Salah satu risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat adalah resistensi antibiotik. Kondisi tersebut terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik, sehingga obat yang sebelumnya efektif tidak lagi mampu memberikan hasil yang optimal. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat memerlukan jenis antibiotik lain yang lebih sesuai.
Andari juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti aturan penggunaan antibiotik yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
“Sehingga konsumsi antibiotik itu sudah seharusnya dihabiskan agar bakteri benar-benar hilang dan tidak kebal dengan antibiotik,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak dianjurkan menghentikan penggunaan antibiotik hanya karena merasa kondisi tubuh sudah membaik. Pengobatan harus dilakukan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
| Baca juga: Kenali Logo Obat sebelum Membeli |
Sementara itu, bagi masyarakat yang mengalami keluhan ringan, Andari menyarankan agar tidak langsung mencari antibiotik. Konsultasi dengan apoteker dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh informasi mengenai pilihan obat yang sesuai dengan keluhan.
Apabila setelah sekitar tiga hingga empat hari kondisi tidak menunjukkan perbaikan, masyarakat disarankan memeriksakan diri kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Andari mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan obat dan tidak menjadikan antibiotik sebagai pilihan utama setiap kali mengalami keluhan kesehatan.
“Gunakan obat secara tepat dan jangan menggunakan antibiotik tanpa petunjuk tenaga kesehatan,” pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....