Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspadai Gejala Kanker Paru

  • 24 Agt 2026 12:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Batuk yang tidak kunjung sembuh perlu menjadi perhatian, terutama jika berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik setelah mendapatkan pengobatan. Dokter spesialis pulmonologi dan onkologi, Dr. dr. Ungky Agus Setyawan, SpP(K)-Onk.T, FAPSR, mengatakan keluhan tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut karena kanker paru dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Peringatan World Lung Cancer Day setiap 1 Agustus menjadi momentum untuk mendorong masyarakat lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh dan tidak menunda pemeriksaan ketika muncul tanda-tanda yang mencurigakan.

Menurut Dokter Ungky, lokasi tumbuhnya kanker dapat memengaruhi gejala yang dirasakan pasien. Kanker yang berada di bagian perifer atau sisi luar paru dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang berarti. Sebaliknya, apabila tumor berada di saluran pernapasan, batuk dapat muncul lebih awal. Kondisi ini menjadi salah satu alasan kanker paru sering baru ditemukan ketika penyakit telah berkembang lebih jauh.

“Kanker paru ini kadang tidak bergejala, terutama kalau lokasinya di perifer atau bagian samping. Kalau mengenai saluran napas, biasanya baru muncul gejala seperti batuk,” jelas Dokter Ungky.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh batuk yang berlangsung terus-menerus, khususnya pada orang dengan faktor risiko kanker paru. Selain batuk yang tidak membaik setelah lebih dari dua minggu, gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain batuk berdarah, nyeri dada yang muncul berulang, sesak napas, perubahan suara serta penurunan berat badan secara drastis. Kanker yang telah menyebar ke organ lain juga dapat menimbulkan gejala berbeda, misalnya keluhan pada tulang, hati maupun otak.

Deteksi dini menjadi semakin penting karena sebagian besar pasien kanker paru masih datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah berada pada stadium lanjut. Padahal, perkembangan pengobatan kanker paru saat ini semakin beragam. Penanganan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sesuai kondisi pasien, mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi hingga terapi obat tertentu. Karena itu, diagnosis yang lebih awal dapat membantu dokter menentukan strategi pengobatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Dokter Ungky juga mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi untuk mengikuti proses skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pemeriksaan seperti low-dose CT scan dapat digunakan pada kelompok tertentu yang memenuhi kriteria risiko tinggi. “Mari bersama dukung dan perkuat deteksi dini, mendampingi kanker paru agar survive dan sehat. Kita juga perlu memperbaiki sistem kesehatan kita,” kata Dokter Ungky dalam momentum World Lung Cancer Day 2026. Ia berharap masyarakat tidak takut memeriksakan diri dan semakin memahami bahwa kanker paru bukan berarti tidak memiliki harapan untuk mendapatkan penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....