Mahasiswa Farmasi UB Ikuti PISDP di Monash University Malaysia

  • 19 Agt 2026 15:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 32 mahasiswa Farmasi dari berbagai universitas dan negara mengikuti Pharmaceutical Industry Skill Development Program (PISDP) di School of Pharmacy, Monash University Malaysia pada 13–17 Juli 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri farmasi melalui praktik, studi kasus, dan diskusi bersama akademisi serta praktisi industri farmasi di Malaysia.

Kegiatan diawali dengan orientasi, laboratory safety briefing, dan campus tour. Peserta kemudian mengikuti Good Manufacturing Practice (GMP) Workshop untuk memahami prinsip dasar produksi obat yang baik serta sesi Pharmatopia yang membahas kasus penarikan obat dari pasaran.

Peserta juga mengikuti berbagai praktikum, mulai dari produksi tablet parasetamol, pembuatan kapsul indometasin, preparasi steril dalam bentuk ampul dan vial, hingga Computer-Aided Drug Design (CADD) dan simulasi molecular docking. Mereka juga mempelajari pengujian mutu obat melalui content uniformity dan dissolution testing.

Selain praktik teknis, peserta mendapat materi mengenai perkembangan industri farmasi dari akademisi, regulator, dan praktisi. Salah satunya membahas Bioavailability and Bioequivalence Studies yang disampaikan perwakilan National Pharmaceutical Regulatory Agency (NPRA), Ministry of Health Malaysia.

Mahasiswa juga mempelajari regulatory affairs, peran Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), strategi pemasaran farmasi, serta personal branding. Pada sesi Market-Ready Pharmacist, peserta mengikuti simulasi wawancara dan mendapat masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Program ditutup dengan sesi refleksi, umpan balik, dan penyerahan sertifikat kepada peserta. Melalui PISDP, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai ekosistem industri farmasi, mulai dari pengembangan produk, proses manufaktur, regulasi, hingga pengembangan kompetensi profesional.

Pelaksanaan Pharmaceutical Industry Skill Development Program juga sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Pengalaman ini diharapkan membekali mahasiswa menjadi lulusan kompeten yang siap menghadapi tantangan dan berkontribusi di sektor kesehatan nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....