Sifilis pada Ibu Hamil Bisa Berdampak pada Pembentukan Gigi Anak
- 13 Agt 2026 11:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penyakit menular seksual seperti sifilis tidak hanya berdampak pada orang yang terinfeksi. Pada kondisi tertentu, infeksi tersebut juga dapat menular dari ibu kepada janin dan berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk proses pembentukan gigi.
Dokter gigi, drg. Arinda Febrianti, menjelaskan bahwa dampak infeksi sifilis pada janin dapat terlihat ketika gigi anak mulai tumbuh, terutama apabila infeksi terjadi saat proses pembentukan gigi masih berlangsung di dalam kandungan.
“Pembentukan gigi susu mulai sekitar enam minggu kehamilan. Kemudian sekitar usia kandungan 20 minggu, benih gigi permanen juga sudah mulai terbentuk,” jelas Arinda kepada RRI, Rabu (12/8/2026)
Salah satu kelainan yang dapat muncul adalah perubahan bentuk gigi seri yang memiliki takik atau lekukan. Sementara pada gigi geraham, kelainan dapat terlihat berupa benjolan pada permukaan gigi yang menyerupai buah murbei atau dikenal dengan istilah mulberry teeth.
Tidak hanya bentuk, struktur gigi juga dapat terdampak sehingga menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami kerusakan maupun gigi berlubang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu fungsi gigi, termasuk saat mengunyah makanan.
Menurut Arinda, deteksi dan penanganan infeksi sejak dini menjadi hal penting untuk menekan risiko dampak terhadap janin. Apabila infeksi diketahui dan ditangani pada tahap awal, risiko komplikasi dapat diminimalkan. Sebaliknya, infeksi yang tidak mendapatkan penanganan dapat menetap dalam tubuh dan berkembang lebih lanjut.
Meski demikian, orang tua tidak dianjurkan langsung menyimpulkan bahwa kelainan bentuk gigi pada anak disebabkan oleh sifilis. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya, termasuk pemeriksaan laboratorium apabila terdapat kecurigaan infeksi.
“Orang tua yang menemukan bentuk gigi anak berbeda dari kondisi normal jangan panik. Lebih baik langsung melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab sekaligus perawatan yang sesuai,” pungkas Arinda.
Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar kelainan pada gigi anak dapat diketahui penyebabnya dan ditangani sesuai kondisi yang dialami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....