Apoteker Ingatkan Pasien TBC Wajib Patuh Berobat Enam Bulan
- 04 Agt 2026 14:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Kepatuhan menjalani pengobatan menjadi faktor utama keberhasilan terapi tuberkulosis (TBC). Pasien diingatkan agar tidak menghentikan konsumsi obat meskipun sudah merasa sehat, karena bakteri penyebab TBC belum tentu sepenuhnya hilang dari dalam tubuh.
Dalam dialog bersama Pro 1 RRI Malang pada Jumat (31/7/2026), Apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Malang, apt. Savitri Rastra Catama, S.Farm, mengatakan pengobatan TBC umumnya berlangsung selama enam bulan dan harus dijalani secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Konseling kepada pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting agar terapi berjalan optimal.
| Baca juga: Swamedikasi Harus Dilakukan Secara Bijak |
"Kalau pasien berhenti minum obat di tengah jalan, pengobatan bisa harus diulang dari awal. Kondisi itu juga berisiko membuat bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan menjadi lebih sulit,” kata Savitri.
Ia menjelaskan, saat ini pengobatan TBC sudah lebih sederhana dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya pasien harus mengonsumsi banyak jenis obat, kini tersedia kombinasi obat dalam satu kapsul sehingga lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat setiap hari.
Selain memastikan kepatuhan pasien, apoteker juga berperan memberikan edukasi mengenai cara minum obat yang benar, menjelaskan efek samping yang mungkin muncul, hingga memantau kondisi pasien selama menjalani terapi. Perubahan warna urin atau keringat menjadi kemerahan merupakan salah satu efek samping yang normal pada obat tertentu, sedangkan keluhan berat seperti gangguan penglihatan, pendengaran, atau muntah berlebihan harus segera dikonsultasikan ke fasilitas kesehatan.
Savitri menambahkan, keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan keluarga dan masyarakat. Dengan pengobatan yang tuntas, deteksi dini, serta kepedulian terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, rantai penularan TBC dapat diputus secara bersama-sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....