Indonesia Masih Nomor Dua Dunia, Edukasi TBC Harus Diperkuat

  • 05 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang sebenarnya dapat disembuhkan ini masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan. Edukasi kepada masyarakat mengenai gejala, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan.

Apoteker Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Malang, apt. Elok Dian Novita, S.Si., M.Farm, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap TBC hanya sebagai batuk biasa. Padahal, seseorang perlu waspada apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, baik berdahak maupun kering, disertai demam, penurunan berat badan, serta berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas.

"Saat ini Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Karena itu masyarakat harus mengenali gejalanya sejak dini dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu,” ujar Elok kepada RRI Malang pada Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, TBC menular melalui udara sehingga pasien dianjurkan menggunakan masker dan menerapkan etika batuk yang benar. Kelompok yang paling rentan tertular antara lain anak-anak, lansia, penyandang HIV, penderita diabetes, perokok, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah. Selain itu, lingkungan rumah yang minim ventilasi dan kurang mendapatkan sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko penularan.

Pemerintah bersama tenaga kesehatan terus memperkuat upaya penemuan kasus secara aktif melalui berbagai kegiatan skrining di masyarakat. Di Kota Malang, misalnya, Dinas Kesehatan menggelar skrining TBC saat kegiatan Car Free Day melalui kolaborasi dokter, apoteker, perawat, dan tenaga laboratorium. Langkah tersebut diharapkan mampu menemukan kasus lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai.

Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi takut ataupun menyembunyikan penyakit TBC. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta dukungan keluarga dan lingkungan, target Indonesia bebas TBC dapat diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....