Kolesterol Tinggi Jadi Awal Penyakit Jantung yang Mematikan

  • 29 Jul 2026 18:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Ironisnya, banyak kasus bermula dari dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah yang kerap tidak disadari penderitanya karena tidak menimbulkan gejala. Kondisi inilah yang menjadi perhatian dalam dialog kesehatan RRI Malang bersama PPDS Kardiovaskular Universitas Brawijaya, dr. Dini Rahmania Afandi, yang mengingatkan pentingnya mengenali faktor risiko sejak dini sebelum terjadi penyumbatan pembuluh darah jantung.

Menurut dr. Dini, penyakit jantung bukan hanya identik dengan serangan jantung, tetapi merupakan kumpulan penyakit yang menyerang organ jantung maupun pembuluh darahnya. Salah satu yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah. "Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar lemak dalam darah tidak normal. Bisa berupa LDL atau kolesterol jahat yang tinggi, HDL atau kolesterol baik yang rendah, maupun trigliserida yang meningkat. Yang paling berbahaya adalah LDL karena dapat masuk ke dinding pembuluh darah, membentuk plak, lalu menyempitkan bahkan menutup aliran darah menuju jantung," jelasnya kepada RRI Malang pada Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan, banyak masyarakat hanya mengenal istilah kolesterol tanpa memahami komponen penyusunnya. Padahal, kadar kolesterol total yang dianjurkan berada di bawah 200 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL, HDL di atas 40 mg/dL pada pria dan 50 mg/dL pada wanita, serta trigliserida kurang dari 150 mg/dL. Menurutnya, menjaga kadar lemak darah tetap normal dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. "Penurunan satu persen kadar kolesterol total dapat meningkatkan kesehatan jantung hingga sekitar dua persen. Karena itu, pengendalian kolesterol memberikan manfaat yang sangat besar," ujarnya.

Dr. Dini juga mengingatkan bahwa penyakit jantung dikenal sebagai silent killer karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan keluhan. Gejala baru muncul ketika penyumbatan pembuluh darah sudah cukup berat. "Nyeri dada biasanya terasa seperti ditekan benda berat, dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang hingga punggung. Keluhan bisa berlangsung sekitar 20 menit atau lebih dan sering kali disertai sesak napas maupun keringat dingin," katanya.

Selain menjaga pola hidup sehat, masyarakat juga diimbau rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. "Jangan menunggu muncul gejala. Rutinlah memeriksa tekanan darah, gula darah, dan profil lipid setidaknya enam bulan sekali. Semakin dini risiko diketahui, semakin besar peluang kita mencegah penyakit jantung," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....