Kemenkes Perluas Teknologi AI untuk Percepat Deteksi Kanker hingga Puskesmas
- 23 Jul 2026 20:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kementerian Kesehatan RI mempercepat transformasi layanan kanker dengan memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini kanker sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kanker di Indonesia. Sebagian besar pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih kecil.
"Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi," ujar Budi Gunadi Sadikin saat membuka Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan ke sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu tenaga kesehatan mendeteksi kanker paru maupun benjolan pada payudara sejak tahap awal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan layanan tes HPV DNA di fasilitas kesehatan primer guna mendeteksi virus penyebab kanker serviks. Pada layanan rujukan, sebanyak 514 kabupaten dan kota ditargetkan memiliki fasilitas CT Scan, sementara pengadaan 60 unit PET Scan ditargetkan rampung pada 2028 sebagai bagian dari penguatan layanan diagnosis kanker.
Menurut Budi, penguatan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal.
Melalui pemerataan teknologi diagnostik, penguatan tenaga medis, serta pengembangan layanan berbasis kedokteran presisi, Kementerian Kesehatan berharap semakin banyak kasus kanker dapat ditemukan pada stadium awal sehingga peluang kesembuhan pasien meningkat dan angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat ditekan. (Ulina)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....