Waspadai Tanda Makanan Terkontaminasi Bakteri Berbahaya
- 08 Jul 2026 09:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID , Malang - Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda makanan maupun minuman yang sudah mengalami kerusakan akibat aktivitas bakteri sebelum dikonsumsi oleh keluarga sehari-hari. Pengenalan ciri tersebut membantu mencegah risiko gangguan kesehatan sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan pangan pada berbagai kelompok usia.
“Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah perubahan tekstur makanan menjadi menggumpal atau tidak lagi menyerupai kondisi awal produknya. Perubahan ini menunjukkan kemungkinan telah terjadi aktivitas mikroorganisme yang merusak kandungan gizi di dalam produk pangan tersebut. Selain tekstur, aroma makanan juga dapat berubah menjadi lebih asam ataupun tengik akibat proses metabolisme mikroorganisme selama berkembang biak berlangsung. Produk dengan aroma tidak normal sebaiknya tidak dikonsumsi meskipun tampilan luarnya masih terlihat cukup baik oleh pengamatan mata biasa,” kata apt. Nurma Sabila, S.Farm, M.S.Farm. - Dosen Jurusan Analisis Farmasi dan Makanan Poltekkes Malang, Minggu (05/07/2026).
Pada susu UHT, kemasan yang mengembung menjadi salah satu indikator penting adanya kemungkinan pertumbuhan mikroorganisme di dalam produk tersebut. Kondisi tersebut perlu segera dilaporkan kepada produsen agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keamanan produk yang beredar luas.
“Masyarakat sering menganggap bagian makanan yang masih tampak baik tetap aman dikonsumsi setelah bagian rusaknya dibuang terlebih dahulu. Padahal, spora bakteri maupun jamur dapat menyebar ke seluruh bagian makanan tanpa terlihat secara langsung oleh mata manusia biasa. Makanan yang telah menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya langsung dibuang dan tidak dikonsumsi dalam bentuk apa pun lagi. Ini jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko gangguan kesehatan akibat mengonsumsi pangan yang telah tercemar mikroorganisme berbahaya,” ujarnya.
Apabila menemukan produk mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya kepada produsen ataupun pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara resmi. Partisipasi masyarakat sangat membantu memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan sehingga potensi bahaya dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....