Bayi Paling Rentan Terpapar Toksin Bacillus cereus
- 08 Jul 2026 09:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID – Malang: Bayi menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan toksin Bacillus cereus karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang selama masa pertumbuhan awal. Kondisi tersebut menyebabkan bayi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan dibandingkan anak lebih besar maupun orang dewasa dengan imunitas baik.
“Gejala awal biasanya muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi toksin bakteri berbahaya tersebut sebelumnya. Keluhan ringan dapat berupa mual, muntah, tubuh lemas, hingga bayi menjadi rewel serta mengalami penurunan nafsu menyusu secara signifikan,” ujar apt. Nurma Sabila, S.Farm, M.S.Farm. - Dosen Jurusan Analisis Farmasi dan Makanan Poltekkes Malang, Minggu (05/07/2026).
Apabila kondisi tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi diare yang meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh dalam jumlah cukup besar. Dehidrasi pada bayi merupakan kondisi berbahaya karena dapat mengganggu fungsi organ serta memerlukan penanganan medis secepat mungkin oleh tenaga kesehatan.
“Bayi dengan daya tahan tubuh rendah memiliki kemungkinan mengalami dampak lebih serius dibandingkan yang kondisi kesehatannya bai. Pada kondisi khusus, infeksi lanjutan bisa terjadi jika tubuh tidak bisa melawan paparan mikroorganisme lain yang masuk bersamaan,” imbuhnya.
Meski demikian, hingga proses penarikan produk dilakukan, belum terdapat laporan bayi mengalami gangguan kesehatan akibat kasus kontaminasi tersebut di Indonesia. Informasi tersebut memberikan ketenangan sekaligus menunjukkan pentingnya sistem pengawasan pangan yang bekerja secara cepat dan menyeluruh bagi masyarakat.
“Orang tua harus memperhatikan perubahan perilaku bayi setelah mengonsumsi susu, terutama jika tampak lemas, muntah, atau mengalami diare berkepanjangan. Pemantauan sejak gejala awal akan membantu mencegah kondisi semakin berat dan mempercepat keputusan mencari pertolongan medis apabila diperlukan segera,” ujarnya.
Langkah pertama yang dianjurkan adalah menjaga kecukupan cairan tubuh bayi agar tidak mengalami dehidrasi selama masa pemantauan berlangsung di rumah. Bayi yang masih mendapatkan ASI sebaiknya tetap disusui secara langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi hariannya optimal.
Apabila kondisi bayi tidak menunjukkan perbaikan atau justru semakin memburuk, orang tua harus segera membawa anak menuju fasilitas kesehatan terdekat. Kewaspadaan orang tua, informasi yang benar, serta tindakan cepat, menjadi faktor penting dalam melindungi bayi dari risiko gangguan kesehatan sekaligus menjaga keselamatan bayi dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....