Diskusi Multi-Stakeholder Bahas Peran Sektor Usaha untuk KIA di Kabupaten Malang

  • 13 Mei 2026 11:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Intervensi kolaboratif lintas sektor berpotensi memengaruhi peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Malang. Topik ini mengemuka dalam diskusi multi-stakeholder "Penguatan Kontribusi Sektor Usaha dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Malang", Rabu 13 Mei 2026.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan kebun gizi. Asiswanto, Project Manager Pattiro Malang menyebut kebun gizi berfungsi sebagai sumber pangan mandiri. Tempat ini juga menjadi pusat edukasi nutrisi masyarakat.

Namun, peran sektor usaha juga diperlukan untuk berkolaborasi mendukung kebun gizi yang berkelanjutan.

"Sektor usaha memiliki peran strategis tidak hanya secara ekonomi tetapi secara sosial juga," tambahnya.

Diskusi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Peserta berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Hadir pula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Empat kepala desa turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Desa Sananrejo, Gedogwetan, Kidangbang, dan Sukolilo.

Kader desa dari keempat wilayah juga ikut berpartisipasi. Yayasan Edu Farmers Internasional mengirimkan satu wakil. Sektor usaha mengirimkan lima orang perwakilan.

"Pasalnya, tantangan kesehatan ibu dan anak masih memerlukan sinergi pemerintah, masyarakat sipil dan pelaku usaha. Diskusi ini diharapkan menjadi ruang berbagi praktik konkret untuk kolaborasi berkelanjutan," tambahnya.

Tujuan diskusi juga memperkenalkan program Desa Sehat. Kegiatan ini juga memetakan potensi dukungan dari dunia usaha. Hasil yang diharapkan berupa peta potensi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....