Paparan Cahaya Biru Gawai Ganggu Tidur dan Picu Mata Lelah
- 12 Mei 2026 09:19 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Paparan cahaya biru atau blue light dari perangkat elektronik disebut dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan mata.
Laporan yang dikutip dari Jurnal Keseharian Masyarakat Prepotif, Selasa (12/5/2026) menyebutkan bahwa penggunaan layar LED secara berlebihan dapat memicu gangguan tidur akibat terhambatnya produksi hormon melatonin. Hormon tersebut berperan penting dalam mengatur siklus tidur alami tubuh.
Selain gangguan tidur, paparan cahaya biru juga dikaitkan dengan munculnya Digital Eye Strain (DES) atau ketegangan mata digital. Kondisi ini sering dialami masyarakat yang terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, maupun tablet tanpa jeda istirahat yang cukup.
Gejala yang umum dirasakan meliputi mata kering, penglihatan kabur, mata cepat lelah, hingga sakit kepala. Keluhan tersebut dikenal sebagai Computer Vision Syndrome, yaitu gangguan visual akibat penggunaan perangkat digital secara terus-menerus.
Peneliti menjelaskan bahwa cahaya biru dengan panjang gelombang sekitar 460–480 nanometer dapat merangsang sel ipRGC yang mengandung melanopsin pada mata. Aktivasi sel tersebut meningkatkan kewaspadaan tubuh sehingga rasa kantuk menjadi tertunda meskipun sudah memasuki malam hari.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami kesulitan tidur, waktu tidur yang lebih singkat, hingga penurunan kualitas tidur secara keseluruhan. Kondisi ini banyak ditemukan pada individu yang masih menggunakan gawai sebelum waktu tidur.
Selain memengaruhi pola tidur, fokus mata yang terus-menerus pada layar juga meningkatkan beban kerja otot mata. Hal itu menyebabkan mata lebih cepat tegang dan lelah, terutama pada pengguna perangkat digital dalam waktu lama tanpa istirahat.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa dampak paparan cahaya biru umumnya bersifat sementara dan dapat dipulihkan. Risiko gangguan kesehatan dapat dikurangi dengan mengatur durasi penggunaan perangkat elektronik serta memberi jeda istirahat pada mata secara rutin.
Masyarakat juga disarankan membatasi penggunaan gawai menjelang waktu tidur untuk membantu tubuh memproduksi melatonin secara optimal. Pengurangan paparan layar pada malam hari dinilai efektif dalam menjaga kualitas tidur sekaligus mengurangi keluhan pada mata.
Selain itu, menerapkan aturan istirahat mata seperti melihat objek jauh setiap beberapa menit dan mengurangi tingkat kecerahan layar dapat membantu menjaga kesehatan penglihatan di tengah tingginya penggunaan perangkat digital sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....