Gen Z Jangan Cuma Takut Hamil, Waspadai IMS juga

  • 11 Mei 2026 11:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi persoalan kesehatan yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan, terutama di kalangan anak muda. Padahal, pemahaman tentang IMS dinilai penting sebelum seseorang memasuki hubungan yang lebih serius hingga pernikahan.

Dokter umum RSIA Galeri Candra, dr. Natasha Alzalsa menjelaskan IMS atau Infeksi Menular Seksual merupakan infeksi yang penularannya terjadi melalui aktivitas seksual, tidak hanya melalui hubungan intim biasa tetapi juga bisa lewat aktivitas seksual lainnya.

“IMS adalah infeksi menular seksual yang dimana infeksi itu tidak hanya ditularkan melalui alat kelamin saja, tapi bisa juga melalui oral seksual ataupun aktivitas seksual lainnya,” ujarnya saat dialog interaktif di Pro 2 RRI Malang, Kamis(7/5/2026)

Menurutnya, pembahasan soal kesehatan reproduksi dan IMS seharusnya tidak lagi dianggap tabu, terutama untuk generasi muda yang kini sangat mudah mengakses informasi melalui media sosial maupun internet.

“Kalau sekarang, terutama Gen Z dan generasi di bawahnya harus tahu ini. Jadi ini bukan suatu hal yang tabu untuk dibahas,” katanya.

Natasha menuturkan, IMS memiliki dampak jangka panjang yang serius, mulai dari gangguan kesehatan reproduksi hingga risiko kanker. Karena itu, seseorang tidak hanya perlu takut pada kehamilan yang tidak direncanakan, tetapi juga ancaman infeksi yang bisa memengaruhi masa depan.

“Yang perlu kita takutkan bukan hanya hamil saja, tapi infeksi menular seksualnya itu,” ucapnya.

Ia menyebut, kasus IMS paling banyak ditemukan pada usia muda yang sudah aktif secara reproduktif. Bahkan, edukasi mengenai kesehatan reproduksi kini mulai diberikan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak lebih siap menghadapi perkembangan informasi di era digital.

“Kalau sekarang dari pemerintah itu mulai SD sudah diberikan edukasi seperti ini. Jadi awareness itu harus sedini mungkin, bahkan sebelum pubertas,” jelasnya.

Natasha juga mengingatkan bahwa IMS sering kali tidak disadari penderitanya. Gejala awal yang umum muncul antara lain rasa nyeri saat buang air kecil, muncul cairan tidak normal pada alat kelamin, hingga rasa nyeri saat berhubungan intim.

“Pasien biasanya baru datang ketika pipis terasa panas atau ada cairan yang keluar dari alat kelamin. Padahal sebelumnya pasti ada track record tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar IMS sebenarnya masih dapat diobati apabila pasien segera memeriksakan diri. Namun banyak penderita datang terlambat karena malu atau takut mendapat penilaian negatif.

“Yang sangat disayangkan itu kenapa baru datang ketika sudah parah, padahal harusnya bisa dicegah lebih awal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....