Bahaya Vape dan Dampaknya bagi Kesehatan

  • 09 Mei 2026 20:18 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Vape sering dianggap lebih aman dibanding rokok biasa karena tidak menghasilkan asap tembakau. Padahal, vape tetap mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan tubuh. Budi Hariyanto, S.E., M.M, Katim Pencegahan BNN Kota Batu kepada RRI mengatakan bahaya vape tidak boleh dianggap sepele hanya karena bentuknya lebih modern dibanding rokok biasa. "Kandungan zat kimia di dalamnya tetap berisiko merusak kesehatan tubuh, terutama jika digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya, Minggu (10/5/2026)

Menurutnya, penggunaan vape tidak hanya menimbulkan risiko kecanduan nikotin, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan paru-paru. “Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa uap vape tetap membawa partikel kimia masuk ke paru-paru. Jika terus digunakan, risiko gangguan pernapasan hingga kerusakan jaringan paru bisa meningkat,” jelasnya.

BNN juga menemukan adanya cairan vape yang positif mengandung narkotika di sejumlah kasus yang ditangani. Kandungan tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat menyebabkan efek halusinasi, penurunan kesadaran, hingga overdosis apabila digunakan secara terus-menerus. Temuan ini menjadi perhatian serius karena peredaran vape semakin mudah dijangkau, termasuk oleh kalangan remaja.

Selain berisiko menyebabkan kecanduan, penggunaan vape dalam jangka panjang juga dapat memicu paru-paru basah dan berbagai gangguan pernapasan lainnya. Kondisi tersebut terjadi akibat partikel cair dari uap vape yang masuk dan menumpuk di paru-paru sehingga memengaruhi fungsi organ pernapasan. “Karena itu, masyarakat terutama generasi muda perlu lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh tren penggunaan vape. Edukasi dan pengawasan menjadi langkah penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius,”pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....